|

23.000 Persil Tanah Tanpa Hak Hukum, Ancam Kenyamanan Transmigrasi Kalbar

Gubernur Kalbar, Sutarmidji
Pontianak (Suara Kalbar) - Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji, memperkirakan masih banyak persil lahan Transmigrasi yakni sekitar 20 Ribu lebih persil tanah yang belum mempunyai landasan hukum.

"Tapi masih banyak lagi, perkiraan saya masih lebi dari 20 Ribu,ya 20 Ribu persil lahan transmigrasi yang belum mempunyai landasan hukum," ujar Gubernur Kalbar, Kamis (25/6/2020).


Kemudian Sutarmidji menuturkan penyelesaian persil tanah sesuai landasan hak hukum yang jelas milik warga transmigrasi ini guna mengurangi potensi konflik dengan masyarakat sekitar.
"Sehingga kalau kita bisa selesaikan setidaknya mengurangi potensi konflik dengan masyarakat-masyarakat sekitar," beber Midji.

Midji katakan,ada masyarakat lain yang diwilayah transmigrasi sekarang sudah banyak, sehingga lahan yang seharusnya milik dan dikelola oleh mereka yang transmigrasi sekarang lahannya semakin kecil.
"Bahkan saya temukan yang awalnya 2 hektare sekarang untuk rumah saja,ini yang jadi masalah. Nah mudah-mudahan kedepan akan selesai," lanjutnya.

Gubernur Kalbar tuturkan, tranmigran tidak memiliki kepastian hak yang jelas dan berharap kedepannya untuk menempatkan transmigrasi harus mempunyai sertifikat yang jelas.
"Transmigrasi ini ya mereka tidak mendapatkan kepastian hak atas lahan yang ditempati,harusnya kedepan menempatkan orang transmigrasi menempatkan transmigran lokal maupun nasional dia disitu sertifikat nya harus diserahkan," beber Sutarmidji kepada suarakalbar.co.id .

Sekitar 23 Ribu lebih persil tanah milik tranmigrasi masih belum mempunyai landasan hukum yang jelas, Midji mengkasihani para transmigran ini.

"Kalau sekarang ada 23 Ribu persil lahan yang ditempatkan transmigran itu yang belum bersertifikat sehingga sebagian besar sudah diambil lagi oleh masyarakat yang merasa. Nah kasihan dia,sudah tinggal beranak pinak disitu,cucunya sudah ada disitu,tapi lahannya tidak ada samasekali," pungkas orang nomor 1 di Kalbar.


Penulis : Yapi Ramadhan
Editor   : Dina Wardoyo
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini