CEK FAKTA: Zona Merah Covid-19 di Mempawah?Ini Faktanya
![]() |
| Infografis tentang Covid-19 di Mempawah. |
Tim Cekfakta Suarakalbar.co.id Meluruskan tentang kabar status Kabupaten Mempawah menjadi zona merah Covid-19 terus bergulir di masyarakat.
Kabar itu menyebar melalui Media Sosial yang mengiring Data dengan memutuskan Kabupaten Mempawah sebagai Zona Merah Covid-19.
Berikut data yang disebar :
![]() |
| Foto yang menyebar tentang Zona Merah di Kabupaten Mempawah |
FAKTANYA
Kabar tentang Zona Merah Covid-19 di Kabupaten Mempawah adalah TIDAK BENAR. Data yang beredar itu keliru dalam mengartikan data.
Info grafis yang beredar di masyarakat tentang pencantum tanda merah pada beberapa wilayah kecamatan di Kabupaten Mempawah merupakan paparan opsi status dalam Rapat Evaluasi Percepatan Penanganan Covid-19. Namun label merah tersebut bukan menandakan zona merah.
KLARIFIKASI BUPATI MEMPAWAH
Setelah menelusuri jejak digital, Tim mengklarifikasi kepada Bupati Mempawah,Hj. Erlina.
Bupati Mempawah, Hj. Erlina mengatakan masyarakat keliru mengartikan data tersebut. Dia memastikan saat ini wilayah Kabupaten Mempawah belum masuk zona merah Covid-19.
“Masyarakat salah mengartikan tentang zona merah Covid-19. Memang sudah ada kasus pasien positif Covid-19 di Kabupaten Mempawah, namun bukan serta merta menjadikan daerah kita zona merah,”katanya.
Label merah yang diberikan kepada kecamatan yang memiliki pasien positif Covid-19 dimaksudkan agar penanganan dan penindakan terhadap wilayah bersangkutan bisa lebih dioptimalkan sesuai protap dan ketentuan penanganan cepat Covid-19 yang telah ditetapkan pemerintah.
“Dengan label merah, kita bisa meningkatkan upaya penanganan di suatu wilayah kecamatan. Kita maksimalkan segala potensi yang ada agar penanganan di masyarakat bisa lebih efektif dan efisien,” ujarnya.
KESIMPULAN
Pasien positif Covid-19 di Kabupaten Mempawah tertular saat berada di luar daerah. Artinya tidak terjadi transmisi lokal. Sehingga bisa diartikan Kabupaten Mempawah bukan zona merah. Masyarakat lebih bijak dalam menggali informasi yang beredar.
Artikel diatas berdasarkan klarifikasi dan penelusuran jejak digital tim Cekfakta suarakalbar.co.id







