|

Wali Kota Bahas Lokasi Karantina Bersama Warga Jalan Sosial

Wali Kota Singkawang. Tjhai Chui Mie bersama Dandim 1202 Singkawang, Letkol Arm Victor JL Lopulalan dan Kapolres Singkawang, AKBP Prasetyo Adhi Wibowo serta Ketua DPRD Kota Singkawang, Sujianto melakukan rapat bersama denga warga Jalan Sosial yang di kawasan gedung diklat BLKI/ BKPSDM Kota Singkawang yang akan dijadikan lokasi karantina bagi Orang Dalam Pemantauan (ODP) Kota Singkawang di Rumah Dinas Wali Kota Singkawang, Senin (4/5/2020) malam

Singkawang (Suara Kalbar)- Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie menyelenggarakan rapat bersama perwakilan warga Jalan Sosial RT 03 RW 01, RT 02 RW 01 dan RT 04 RW 01 Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan terkait lokasi karantina Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kawasan Diklat BLKI/ BKPSDM Kota Singkawang di Rumah Dinas Wali Kota Singkawang, Senin (5/5/2020) malam.

“Kita sudah direncanakan sebelumnya ada tiga tempat yaitu di Sedau, BLKI,  dan eks Satpol PP  yang menjadi tiga tempat untuk disiapkan jika melonjak ODP, maka pemerintah menyiaptkan tiga tempat,” ujar Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie

Dia menjelaskan, hanya Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang akan dikarantina diantara tiga tempat tadi. “Keputusan yang dilakukan adalah tetap mengedepankan keselamatan di tempat karantina, warga tidak perlu ada rasa takut, karena pemerintah tidak sembarangan menempatkan ODP tersebut,” jelasnya.

Tjhai Chui Mie berjanji jika ada Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang masuk lokasi karantina, maka nantinya akan dijaga  TNI Polri.

“Kita bersatu dan bergandeng tangan bersama-sama kita melawan Covid-19, semoga Covid-19 cepat berlalu jika dirasakan kurang cukup akan disosialisasikan lagi,”jelasnya.

Lokasi karantina ODP di Kota Singkawang yang saat ini menjadi altenatif diantaranya BLKI ada 40 kamar, dan bangunan eks Kantor Satpol PP sebanyak 13 kamar sedangkan Pelabuhan Sedau ada sekitar 100 lebih.

 “Kalau di BLKI ada kamar, WC,  TV dan AC yang kurang hanya  dispenser yang kecil-kecil sarana dan prasarana paling siap di BLKI,” jelasnya.

Menurutnya, apa yang dilakukan ini sebagai bentuk persiapan yang harus disampaikan kepada pusat melalui Gubernur terkait penanganan Covid-19.

Ditempat yang sama, Ketua RT 03 RW 01, Tjong Sie Liong mengatakan disekitar lokasi yang akan dijadikan tempat karantina ada sekitar 211 KK dan rumahnya sendiri juga masuk kategori dekat sekitar 30 meter.

“Memang ada rasa kuatir dan takut juga, dan ada warga sekitar yang tanya saya, apakah  jadi lokasi karantina disitu,” jelasnya.

Namun pihaknya tetap memberikan sosialisasikan kepada warga apabila lokasi tersebut dijadikan karantina, maka pencegahan tetap bisa dilakukan dengan melakukan cuci tangan dan menggunakan masker.

Dia belum bisa memastikan apakah pihaknya setuju atau tidak, lantaran akan membahas bersama warga lagi.

Hal yang sama juga disampaikan Herman, Ketua RT 02 RW 01 yang juga belum bisa memberikan jawaban, lantaran juga akan membahas bersama warganya kembali dan tidak bisa mengambil keputusan gegabah.

Rapat ini dilakukan lantaran sebelumnya pada Sabtu (2/5/2020) sempat terjadi penolakan sejumlah warga terhadap lokasi karantina di Jalan Sosial, gedung diklat BLKI / BKPSDM dengan memasang spanduk penolakan.

“Kami dengan alasan apapun tetap menolak, karena rasa khawatir dari masyarakat, dari segi penyakitnya dan dari nama kampung  pasti tercemar,” ujar Muhtadi, satu diantara warga.

Dia meminta agar lokasi karantina jauh dari pemukiman masyarakat dan meminta adanya pengkajian terhadap lokasi karantina.

Anggota DPRD Kota Singkawang, Susi Wu mengatakan pihaknya  sangat memaklumi kekhawatiran masyarakat virus  Covid-19 ini sudah mewabah.

“Masa ODP dan OTG masuk ke sini logikanya kemana, saya merasa lucu masa tanpa pemberitahuan, namanya karantina di lokasi padat penduduk, seharusnya yang jauh dari penduduk,” jelasnya.

Penulis : Tim Liputan
Editor :  Hendra





Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini