|

Wagub Kalbar:Jumat, Masjid Mujahidin Dibuka dan Akan Gelar Salat Idul Fitri

Wagub Kalbar, Ria Norsan
Pontianak (Suara Kalbar) - Masih merebaknya penyakit Covid-19 termasuk di Kalimantan Barat menjadikan pemerintah membuat kebijakan salah satunya dengan menganjurkan seluruh masyarakat melakukan aktifitas dirumah saja termasuk tidak melakukan sholat berjamaah di masjid.

Setelah beberapa pekan pengurus masjid Mujahidin menutup masjid agung semenjak pandemi Covid-19 yang berada di Jalan Ahmad Yani Kota Pontianak itu akhirnya jamaah masjid dapat melaksanakan sholat Jumat bersama di masjid yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo beberapa waktu itu.

Wakil Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menuturkan berdasarkan hasil rapat koordinasi Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kalbar bersama perwakilan seluruh organisasi masyarakat (ormas) Islam diseluruh Kalbar serta Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalbar, diputuskan rencananya Masjid Mujahiddin akan dibuka pada hari Jumat (22/5/2020).

"Dimulai dengan sholat Jumat setelah itu Mujahiddin akan kembali seperti biasanya termasuk menggelar sholat Idul Fitri," ungkap Wagub Kalbar Ria Norsan usai melaksanakan rapat bersama Dewan Masjid Indonesia Kalbar, Rabu (20/5/2020)

Menurutnya jikalau kondisi daerah sudah aman terkendali maka masyarakat disilahkan melaksanakan sholat seperti biasa.

"Kalau memang masih tidak aman, khusus zona merah itu jangan melaksanakan," katanya.

Terkait pelaksanakan shalat Ied berjamaah dijelaskan mantan Bupati Mempawah ini apabila di daerah tersebut sudah aman dan terkendali dari wabah Covid-19 maka diperbolehkan melaksanakan sholat berjamaah.

"Bisa melaksanakan salat berjamaah di Masjid bagi daerah yang dikategorikan masih aman. Dan yang masih tidak terkendali dibolehkan untuk tidak shalat berjamaah dan shalat di rumah masing-masing," paparnya.


Ia kembali menegaskan bagi masjid yang menyelenggarakan shalat Ied berjamaah harus tetap mematuhi prosedur tetap (protap) pencegahan Covid-19. Seperti menggunakan masker, jaga jarak, mencuci tangan, serta membawa sajadah sendiri.

"Tidak bersalaman setelah shalat dan pulangnya tidak mengelompok. Diatur dengan sesuai kondisi masjid masing-masing," tuturnya.


Ketua MUI Kalbar Basri Har menyatakan shalat Ied berjamaah boleh dilaksanakan untuk daerah yang terkendali dan kurva penyebaran sudah landai.

"Tapi kita masih meninggi ya kita berharap yang dilaksanakan shalat di rumah masing-masing. Fatwa juga sudah mengajarkan bagaimana cara pelaksanaan kalau di rumah," jelas Basri.

Basri menambahkan meskipun melaksanakan shalat Ied berjamaah di masjid atau lapangan, tetap dilaksanakan tidak berdasarkan waktu normal. Seperti membaca surat pendek, kemudian membatasi waktu khotbah.

"Untuk masker kita sudah mendapatkan bantuan dari Kadin Kalbar sebanyak dua puluh ribu dan sudah dibagikan kepada seluruh masjid yang bisa disebarkan," paparnya.

Untuk Masjid Mujahidin terkait petugas khusus dari masjid dijelaskannya tergantung dari jumlah jamaah yang hadir. "Kita tinggal lihat jamaahnya nanti," pungkasnya.


Penulis : Dina Wardoyo
Editor   : Hendra

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini