|

Satu Karyawan Positif Covid-19, PT. WIKA Jelaskan Penanganan dan Pencegahan Internal

Manajemen PT. WIKA Proyek Pembangunan Terminal Kijing memberikan keterangan pers di Mempawah.[Suarakalbar/Dian Sastra]
Mempawah (Suara Kalbar)- Meluruskan informasi di masyarakat terkait pasien positif dengan inisial PR yang merupakan karyawan perusahaannya, Manajemen PT. WIKA, Proyek Pembangunan Terminal Kijing, menggelar konferensi pers, Jumat (08/05/2020) malam di Mempawah.

Manajer Kontruksi, Daniel Resdianto, selaku Koordinator Humas dalam Tim Satgasus Covid19 Internal PT. WIKA, menyampaikan, pihaknya telah melakukan konfirmasi langsung kepada pekerja positif yang yang berinisial PR. Berawal pada tanggal 1 April 2020, saat itu PR pergi ke Kota Singkawang untuk keperluan pribadinya tanpa ijin perusahaan.

“Sepulangnya dari Singkawang, pada tanggal 2 sampai dengan 7 April 2020, PR tetap bekerja seperti biasa di lokasi pekerjaan laut  Port Management Area (PMA). Di lokasi PMA ini, PR bersama 26 rekannya bertugas mengerjakan pekerjaan di area tersebut, serta tidak melakukan aktivitas di luar mess karena ada peraturan serta himbauan dari perusahaan untuk tidak berkegiatan di luar mess setelah bekerja sesuai SOP pencegahan Covid19 PT. Wika," terang Daniel.

Pada tanggal 8 April, lanjut Daniel, PR merasakan tidak enak badan. Kemudian, PR mendatangi klinik PT WIKA yang berada di lokasi pekerjaan untuk diperiksa tim medis dan mendapatkan obat. Namun setelah beristirahat semalam, PR merasa tidak ada perubahan berarti. Pada keesokan harinya, tanggal 9 April 2020, PR melakukan pemeriksaan kembali ke Puskesmas Sungai Kunyit di area sekitar proyek.

“Di Puskesmas, PR diberikan obat oleh pihak Puskesmas Sungai Kunyit dan kembali ke mess tempatnya menginap bersama 26 rekan kerja lainnya,” tuturnya.

Pada 10 April 2020, imbuh dia, PR tetap merasakan tidak enak badan, seperti lemas dan pegal seperti masuk angin. Pada hari itu, PR memutuskan pergi ke RSUD dr Rubini Mempawah untuk pemeriksaan kesehatan lebih lanjut. Saat itu, PR ditemani dua rekan pekerjanya di proyek untuk pergi ke rumah sakit.

“Pada 11 April 2020, sempat pulang ke mess. Namun pada tanggal 12 April 2020, kembali ke RSUD dr Rubini Mempawah untuk menjalani perawatan intensif. Sejak itulah, PR ditetapkan mejadi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan diisolasi ketat,” paparnya.

Sejak ditetapkan menjadi PDP, lanjut Daniel, pihaknya melakukan pengawasan ketat terhadap 26 karyawan lainnya yang tercatat 1 kelompok kerja dengan PR. Maka pada tanggal 15 April 2020, sebanyak 26 karyawan yang menjadi rekan kerja PR dilakukan isolasi mandiri.

“Barulah pada 2 Mei 2020 diumumkan jika PR terkonfirmasi positif Covid-19. Maka kami langsung memindahkan 26 karyawan dari mess yang berada di lingkungan masyarakat ke mess yang ada di dalam area kerja  PT WIKA yang terpisah dengan kegiatan pekerjaan proyek. Mereka juga di-rapid test dan hasilnya non reaktif,” ungkapnya.

Dan sampai hari ini, Daniel memastikan 26 pekerja ditambah 2 rekan pekerja yang mengantarkan PR ke rumah sakit telah menjalani isolasi tahap kedua dan menjalani rapid test. Pada hari ini pula, 28 pekerja itu akan menjalani rapid test ulang.

“Hari ini, mereka semua akan kembali di-rapid test ulang. Sedangkan secara keseluruhan, secara acak kami sudah melakukan rapid test sebanyak 108 orang pekerja dengan hasil non reaktif. Kita akan terus melakukan rapid test secara random untuk kru pekerja mandor dan lainnya," beber Daniel lagi.

Saat ini kondisi kesehatan seluruh pekerja dan karyawan PT. Wika dalam kondisi baik semua dan terkendali, serta tidak ditemukan kembali indikasi penambahan suspect Covid di lingkungan kerja PT. Wika maupun masyarakat sekitar.

"Mengenai kondisi 28 pekerja yg diisolasi, semuanya dalam kondisi sehat dan tetap semangat menjalani program isolasi mandiri. Begitu pula dengan kondisi kesehatan PR yg sedang menjalani isolasi dan pengobatan di RSUD Rubini, saat ini dalam keadaan sehat," tegasnya.

Dalam kesempatan itu juga, Daniel juga mengapesiasi langkah cepat Tim Relawan Covid-19 Sungai Kunyit, Muspika, Puskesmas, RS Rubini, dan Gugus Tugas Kabupaten dalam membantu manajemen PT. Wika untuk mengambil langkah-langkah penanganan dan pencegahan agar Covid-19 tidak menyebar di lingkungan kerja dan masyarakat sekitar.

Selain Daniel, konferensi pers turut dihadiri Manajer SHE, Achmad Adenanny, Kepala Humas Supriyanto &  Agung Sasongko Anindito, Dokter Klinik PT.WIKA, dr Windy dan jajaran Relawan Covid-19 Kecamatan Sungai Kunyit.


Penulis : Dian Sastra
Editor    : Diko Eno
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini