|

PDP Meninggal Dunia Langsung Dimakamkan Pagi Ini di Sungai Pinyuh

Proses pemakaman jenazah LS di Seliung Sungai Pinyuh. LS adalah pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal dunia di RSUD Mempawah
Mempawah (Suara Kalbar) - Sesuai prosedur tetap (protap) penanganan Covid-19, jenazah LS (64), pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal dunia, hari ini juga langsung dimakamkan di Sungai Pinyuh.

Informasi yang dihimpun Suara Kalbar, proses pemakaman PDP atas nama LS yang meninggal dunia di RSUD dr Rubini berlangsung lancar.

Petugas gabungan dari Gugus Tugas Kabupaten Mempawah, Puskesmas Sungai Pinyuh, aparat muspika Sungai Pinyuh, Polres Mempawah dan Tim RSUD dr Rubini Mempawah terlihat mengenakan APD lengkap berangkat membawa jenazah ke Sungai Pinyuh sekitar pukul 09.30 WIB.

Tiba di Sungai Pinyuh, tim gabungan kemudian membawa peti jenazah ke Taman Pemakaman Umum (TPU) di Jalan Seliung. Tepat pukul 10.45 WIB, jenazah LS  dimakamkan.

Seperti diberitakan, seorang pasien dalam pengawasan (PDP) meninggal dunia di ruang isolasi RSUD dr Rubini setelah sempat menjalani perawatan intensif, Rabu (20/05/2020) sekitar pukul 04.00 WIB.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Mempawah, drg. Mukhtar Siagiaan, ketika dikonfirmasi, membenarkan seorang PDP meninggal dunia di ruang isolasi RSUD dr Rubini Mempawah.

Menurut Mukhtar, PDP tersebut berinisial LS berjenis kelamin perempuan dan berusia 64 tahun, serta beralamat di Kecamatan Sungai Pinyuh. LS menurut pihak keluarganya memiliki riwayat perjalanan dari Kuching, Malaysia, sebulan lalu.

Pada Minggu, 17 Mei, yang bersangkutan kemudian diantar pihak keluarganya ke RSUD dr Rubini Mempawah karena mengalami keluhan sesak nafas.

“Setibanya di RSUD dr Rubini, LS langsung menjalani penanganan medis sesuai protap Covid-19. Karena hasil rapid test reaktif, yang bersangkutan kemudian menjalani perawatan medis di ruang isolasi. Selain sesak nafas, hasil diagnosa juga menunjukkan LS menderita diabetes melitus,” ungkap Mukhtar.

Tim medis telah berupaya, namun Tuhan berkehendak lain. Pagi tadi, pukul 04.00 WIB, LS kembali mengalami sesak nafas. Ia kemudian dinyatakan meninggal dunia.

"Tanggal 19 Mei, telah dilakukan pengambilan sampel swab dan langsung dikirim ke Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar. Namun sebelum hasil swab keluar, LS meninggal dunia," jelas Mukhtar lagi.


Penulis : Dian Sastra
Editor   : Dina Wardoyo
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini