|

Pasien PDP Asal Pontianak Meninggal di RSUD Abdul Aziz Hasilnya Negatif

Direktur RSUD dr Abdul Azis Singkawang, dr Ruchanihadi, Sp.PD bersama kerabat Pasien PDP asal Pontianak yang meninggal di RSUD dr Abdul Aziz Singkawang yang hasilnya negatif saat konferensi pers di Telematic Control Management (TCM) Kantor Wali Kota Singkawang, Rabu (6/5/2020).
Singkawang (Suara Kalbar)-  Direktur RSUD dr Abdul Aziz Singkawang, dr Ruchanihadi, Sp.PD mengatakan hasil pemeriksaan swab dari laboratorium Kemenkes RI bahwa satu PDP warga Pontianak, laki-laki berusia 87 tahun yang meninggal 16 April 2020 sekitar pukul 22.00 WIB hasilnya negatif.

“Bahwa hasil pemeriksaan PCR atau swab dari pasien asal Pontianak yang meninggal negatif, jadi  bukan infeksi Covid- 19, dari sini pihak keluarga yang hadir dapat mendengar langsung sehingga menjadi informasi di masyarakat,” ujar Direktur RSUD dr Abdul Aziz Singkawang, dr Ruchanihadi, Sp.PD saat konferensi pers di Telematics Control Management (TCM)  Kantor Wali Kota Singkawang, Rabu (6/5/2020).

Menurut Ruchanihadi, dengan adanya hasil bahwa PDP yang meninggal tersebut negatif Covid-19, maka menghilangkan kekhawatiran dari keluarga serta orang-orang di sekitarnya.
Dia mengatakan bahwa hasil swab berasal dari Laboratorium Kemenkes RI melalui Dinas Kesehatan Propinsi Kalbar pada 29 April 2020.

Saat ini, kata Ruchanihadi, jumlah pasien yang  terkonfirmasi positif sebanyak lima orang  dengan tiga sembuh dan dua orang yang positif Covid-19 masih dirawat.

Ditempat yang sama,  Buliatir Samosir, kerabat pasien asal Pontianak yang meninggal di RSUD dr Abdul Aziz Singkawang mengatakan pihaknya sempat kaget ketika orantuanya diperlakukan menggunakan Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan Covid-19.

“Kami sempat meminta agar jenazah dibawa ke Pontianak, namun pihak Direktur RSUD dr Abdul Aziz mengatakan tidak memungkinkan, dan akhirnya di makamkan di Sijangkung, Singkawang,” katanya.

Saat pemakaman orangtuanya, kata Buliatir Samosir, terpaksa tidak menggunakan adat istiadat, namun pihaknya berencana dua atau tiga tahun kedepan jenazah orangtuanya akan dipindahkan ke Pontianak.

Dia menceritakan bahwa orangtuanya biasa bolak balik Pontianak ke Singkawang ketempat anaknya. “Empat tahun sebelumnya, beliau sempat dirawat di ICU RS Universitas Tanjungpura, dan saat di Singkawang ayah kami kondisinya melemah dan sakit akhirnya dibawah ke RS DKT, kemudian dirujuk ke RSUD dr Abdul Aziz karena peralatannya lengkap dan memadai,” jelasnya.

Keluhan yang dialami orangtuanya, kata Buliatir Samosir, yaitu sakit menua atau sakit tua. “Adanya hasil yang negatif ini, mudah-mudahan tidak ada kekhawatiran lagi di masyarakat,” katanya.

Dia berharap kedepan untuk mengetahui hasil swab tidak lagi harus ke Jakarta, tapi sudah bisa di setiap rumah sakit rujukan termasuk di RSUD dr Abdul Aziz Singkawang, sehingga keluar pasien dapat mengetahui dengan cepat apakah keluarganya terkena Covid-19 atau bukan, tidak seperti saat ini untuk mengetahui hasil swab harus membutuhkan waktu yang lama.

Penulis : Tim Liputan
Editor    : Hendra



Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini