|

Ketua Dewan Masjid Kalbar: Penutupan Kembali Masjid atas Perintah Gubernur Kalbar

Ketua Dewan Masjid Indonesia Kalbar, Ria Norsan
Pontianak (Suara Kalbar) - Setelah pernyataan akan dibukanya kembali seluruh masjid di Kalbar termasuk Masjid Raya Kalbar yang terletak di Jalan Ahmad Yani Kota Pontianak, Gubernur Kalbar Sutarmidji menginstruksikan seluruh kepala daerah di 14 Kabupaten/Kota melalui surat protokol Kesehatan untuk tidak melaksanakan sholat Idul Fitri dimasjid akibat masih banyaknya wabah Covid-19 diseluruh kawasan.

Ketua Dewan Masjid Indonesia Provinsi Kalbar, Ria Norsan mengaku jika ia selaku Ketua Dewan masjid Kalbar bersama seluruh Ormas Islam se-Kalbar atas permintaan masyarakat Kalbar ingin membuka masjid namun melalui surat edarannya, Gubernur Kalbar Sutarmidji meminta menutup kembali masjid termasuk kegiatan yang akan dilakukan di Masjid Mujahiddin Pontianak.

Dijelaskan Ria Norsan, usai melakukan pertemuan bersama orang nomor satu di Kalbar, ia selaku Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kalbar dan pengurus kemudian bersama Ketua MUI Kalbar Basri Har, Ketua NU, Ketua Yayasan Masjid Mujahiddin termasuk Ketua Muhammadiyah telah melaksanakan rapat untuk kemudian membahas terkait keinginan masyarakat yang tetap dapat memakmurkan masjid, terutama menjelang perayaan Idul Fitri untuk dapat melaksanakan sholat Ied seperti tahun-tahun sebelumnya terutama dikawasan dengan kategori zona aman terhadap pandemi covid-19.

"Diinisiasi oleh DMI seluruh ormas se-Kalbar sepakat membuka kembali masjid dan dipersilahkan sholat Jumat dan sholat Idul Fitri di zona aman tetapi jika lingkungan masjid berada di zona merah  dipersilahkan sholat dirumah saja sehingga diputuskan Ketua Dewan Masjid Kalbar ingin membuka masjid namun atas perintah Gubernur Kalbar maka ditutuplah kembali masjid yang ada termasuk Masjid Mujahiddin," ungkap Ria Norsan kepada suarakalbar.co.id, Kamis (21/5/2020).

Dijelaskannya, hasil rapat Dewan Masjid bersama seluruh Ormas se-Kalbar pada Rabu 20 Mei siang, telah memutuskan untuk membuka kembali masjid di14 Kabupaten/Kota se-Kalbar dengan catatan disekitar kawasan termasuk dalam zona aman dimana disekitar kawasan masjid sedikit kasus penularan virus corona.

Sehingga masyarakat dapat membuka kembali masjid untuk digunakan seluruh umat muslim melaksanakan ibadah sholat termasuk aktifitas yang akan dilaksanakan di Masjid Mujahidin Pontianak yaitu melaksanakan sholat Idul Fitri.

"Kami bersama seluruh ormas Islam se-Kalbar telah sepakat untuk membuka kembali masjid karena banyaknya permintaan masyarakat agar dapat beribadah kembali di masjid untuk tetap memakmurkan masjid," paparnya.

Diakui Ria Norsan, keputusan DMI bersama seluruh Ormas se-Kalbar membuka masjid telah melalui pembahasan kesehatan terutama agar masyarakat tetap memperhatikan tata cara ke masjid dengan memperhatikan protap yang harus dilakukan seperti menggunakan masker mencuci tangan termasuk membawa sajadah masing-masing ke masjid sehingga penularan covid-19 melalui jamaah yang datangke masjid tidak menjadikan kasus terkonfirmasi semakin bertambah.

"Acuan kami untuk membuka tentu melihat zona aman dari sekitar masjid dengan tetap memperhatikan penggunaan masker mencuci tangan dan lainnya," tuturnya.

Usai melaksanakan rapat, Ria Norsan lantas mendengar bahwa Gubernur Kalbar melalui surat protokol menginstruksikan agar seluruh kepala daerah untuk melaksanakan ibadah termasuk sholat Idul Fitri dirumah masing-masing.

"Maka pagi tadi Yayasan Mujahiddin kembali melakukan rapat dan atas perintah Gubernur Kalbar maka masjid kembali ditutup," pungkasnya.


Penulis  : Dina Wardoyo
Editor    : Hendra

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini