|

Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak, Panji: Terima Kasih Partisipasi Semua Pihak

Bupati Melawi, Panji
Melawi (Suara Kalbar) - Hasil rapat koordinasi antara Pemkab Melawi dengan sejumlah perusahaan, terkait penanganan kerusalan ruas Jalan Pinoh - Ella akhirnya disepakati melalui mekanisme semangat gotong royong.
"Atas nama Pemkab Melawi, kami juga mengucapkan terima kasih atas  bantuan dan partisipasi semua pihak yang terlibat dalam perbaikan jalan ini," ucap Bupati Melawi, Panji saat memimpin rapat tersebut, Senin (4/5/2020) di Kantor Bupati Melawi.

Semangat gotong royong inipun ditempuh lantaran memang pihak Pemkab Melawi tidak ada anggaran untuk perbaikan jalan dalam APBD Melawi. Dilain sisi, ruas jalan tersebut menjadi kebutuhan vital masyarakat sehari hari.
"Anggaran dalam APBD Melawi memang tidak tersedia untuk perbaikan jalan tersebut," ungkapnya.

Perbaikan dengan semangat gotong royong inipun disepakati akan mulai diperbaiki pada tanggal 7 Mei 2020 bersama para perusahaan perkebunan dan pemegang HPH.

"Kita semua menggunakan jalan ini. Dan sudah beberapa kali juga kita menangani jalan ini. Kenapa kita tidak mampu menganggarkannya, karena memang kita sudah tak punya dana,” jelas Panji dihadapan para perwakilan perusahaan yang hadir.

Panji mengakui bahwa ruas jalan Pinoh-Ella memang masih berstatus jalan kabupaten, namun, sudah diusulkan untuk menjadi ruas jalan Nasional.

“Dengan kerusakan jalan ini, tidak berarti pemkab melalaikan kewajibannya untuk memperbaiki," ujarnya.

Namun, dengan kondisi saat ini, pemerintah menggandeng perusahaan sebagai bentuk kepedulian bersama membantu masyarakat. Sehingga akses jalan tersebut bisa dilewati secara normal.

"Meskipun ada perusahaan yang diundang, sebenarnya tidak lewat jalan ini, tapi kita minta untuk membantu. Sebagai bentuk partisipasi bersama," bebernya.

Panji juga meminta agar seluruh angkutan sawit baik buah maupun CPO untuk tak melewati jalan Pinoh-Ella selama proses perbaikan jalan berlangsung. Hal ini dilakukan agar perbaikan jalan lebih maksimal, terkecuali mobil pengangkut kebutuhan bahan pokok atau sembako dan mobil angkutan umum

Orang nomor satu dilingkungan Pemkab Melawi inipun menegaskan dirinya tak akan menuding pihak manapun yang harus dan lebih bertanggung jawab atas rusaknya jalan simpang Tahlud-Ella.

Dirinya juga menghimbau agar semua untuk bekerjasama atau gotong royong dengan pihak perusahaan yang ada di kabupaten Melawi untuk memperbaiki jalan tersebut secara bersama sama.

Terkait penanggungjawab kegiatan, Panjipun meminta tiga camat yakni Nanga Pinoh, Ella dan Hilir dan Menukung untuk mengawasi pelaksanaan perbaikan jalan bersama.

Sedangkan teknis pekerjaan serta alat oleh Dinas PU, dan koordinasi bersama perusahaan dilakukan oleh Dinas Pangan dan Perkebunan.

"Saya sudah melihat langsung dan memang ada antrian kendaraan yang cukup banyak. Tidak ada pilihan lain, kecuali memang harus membenahi jalan tersebut,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Dinas PUPR Melawi, Makarius Horong, bahwa memang tidak ada sama sekali anggaran untuk penanganan ruas jalan Melawi tahun ini. Hal ini membuat instansinya tak bisa melakukan perbaikan jalan.

“Alat oke mungkin tidak perlu sewa, tapi kan untuk bekerja perlu minyak. Nah ini yang tidak ada. Tidak ada niat kita melakukan pembiaran jalan rusak. Kalau dana tersedia, kita siap tangani,” katanya.

Terkait instruksi perbaikan jalan tersebut, pihaknya siap menurunkan sejumlah alat berat seperti exavator dan grader dalam perbaikan ini. Namun, ia berharap agar perusahaan bisa membantu menyediakan operator dan BBM.

Sementara itu, Wakil Bupati Melawi, Dadi Sunarya juga menyatakan siap menurunkan alat berat miliknya bila memang diperlukan untuk penanganan jalan.

Ia bahkan meminta komitmen seluruh perusahaan dalam menggerakkan sejumlah sumber daya yang dimiliki untuk memperbaiki jalan Pinoh-Ella.

“Silahkan survei untuk lokasi kuari (material) yang diperlukan. Kalau memang diperlukan maka alat berat saya juga siap,” tegasnya.

Dalam rapat ini diputuskan sejumlah perusahaan untuk menurunkan dump truk, alat berat seperti greader, excavator hingga vibro. Sementara perusahaan yang tak memiliki alat berat membantu berupa BBM.

Dimasa pandemi Covid 19, Masyarakat juga berharap agar Pemkab Melawi juga harus tetap fokus dalam upaya penanganan dan pencegahan  Covid 19, yang hingga saat ini masih menjadi ancaman serius. Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi.


Penulis : Dea Kusumah Wardhana
Editor   : Dina Wardoyo
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini