|

237 Masjid di Mempawah Gelar Shalat Ied

Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Mempawah, Ustadz Muhammad Solihin.[Suarakalbar/Dian Sastra]
Mempawah (Suara Kalbar)-Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah, tinggal menghitung hari. Sebanyak 237 masjid di Kabupaten Mempawah menyatakan tetap menggelar Shalat Ied dengan sejumlah pertimbangan dan persyaratan khusus bagi para Jemaah.

Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Mempawah, Ustadz Muhammad Solihin, mengatakan, pelaksanaan Shalat Ied di Kabupaten Mempawah masih mengacu pada pernyataan sikap MUI Kabupaten Mempawah No. 004/MUI/KAB-MPW/III/2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah di Masjid Dalam Situasi Darurat Covid-19.

Salahsatu poinnya, MUI Kabupaten Mempawah meminta kepada Pemerintah Kabupaten Mempawah untuk memastikan kondisi status Covid-19 di daerah ini.

“Namun karena status Kabupaten Mempawah belum dinyatakan zona merah karena tidak ditemukan kasus positif akibat transmisi lokal atau penyebaran antar penduduk, maka pengurus masjid menyatakan tetap akan menggelar Shalat Ied di masjid masing-masing pada 1 Syawal 1441 Hijriah,” ungkap pria yang akrab disapa Ustadz Solihin ini.

Pun demikian, tambah dia, DMI Kabupaten Mempawah telah mendapat informasi bahwa satu masjid menyatakan tidak menggelar Shalat Ied, dan pengurus Muhamadiyah Kabupaten Mempawah juga meniadakan Shalat Ied di lapangan terbuka. Pada tahun-tahun sebelumnya, Muhammadiyah selalu mengelar Shalat Ied di Terminal Mempawah.

Dan tidak hanya masjid, sejumlah surau diperkirakan juga akan menggelar Shalat Ied. Karenanya, DMI Kabupaten Mempawah menghimbau agar pengurus masjid dan surau dapat menerapkan secara ketat protokol kesehatan dalam rangka mengantisipasi penyebaran Covid-19.

“Jumlah masjid di Kabupaten Mempawah sekitar 238, namun satu masjid menyatakan tidak menggelar shalat ied. Begitu pula dengan surau-surau yang menurut informasi juga ada yang akan menggelar shalat ied. Namun karena kita berada di tengah pandemi Covid-19, maka kami himbau agar aturan dan persyaratan harus benar-benar diterapkan ketat oleh pengurus masjid dan surau,” imbuhnya.

Persyaratan dimaksud misalnya, jamaah dihimbau agar shalat di masjid yang paling dekat dengan rumah, sebelum berangkat memastikan bahwa diri kita sehat, sementara yang sakit shalat di rumah saja, gunakan sajadah bersih yang dibawa dari rumah, menggunakan masker, mencuci tangan dan kaki. Kemudian, setelah menunaikan shalat, hendaknya langsung pulang ke rumah masing-masing.



Penulis : Dian Sastra
Editor   : Diko Eno
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini