SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda News Viral, Curhat Akmal Bocah Penderita Jantung Hebohkan Mempawah

Viral, Curhat Akmal Bocah Penderita Jantung Hebohkan Mempawah

Curhatan Akmal, seorang anak dari Kecamatan Anjongan yang Menghebohkan

Mempawah (Suara Kalbar) – ‘Tolong sampaikan ke Ibu Bupati Mempawah yang terhormat. Nama saya Akmal, berasal dari Kecamatan Anjongan. Sekarang saya berada di Jakarta. Saya baru saja selesai menjalani operasi jantung. Saya ingin pulang ke rumah di Anjongan. Tapi saya takut pulang ke rumah, karena adik saya juga menderita sakit jantung. Rumah kami terlalu kecil untuk isolasi mandiri. Sekiranya Pemerintah Kabupaten Mempawah dapat menolong saya dan keluarga’.

Itulah curhatan Akmal, seorang anak dari Kecamatan Anjongan. Tulisan tangan dari Akmal itu mendadak viral di media sosial setelah di-posting dan di-share di sejumlah grup-grup media sosial.

Dalam postingannya, Akmal menunjukkan tulisan tangan di atas selembar kertas putih dengan posisi mengangkat kedua tangan tanpa memakai baju.

Perban di bagian dada dan perut Akmal usai menjalani operasi jantung di salah satu rumah sakit di Jakarta tampak masih menempel. Curahan hati yang disampaikan Akmal melalui selembar kertas itupun menarik simpatik netizen. Mereka berharap Akmal mendapatkan bantuan dan pertolongan dari Pemerintah Kabupaten Mempawah agar segera difasilitasi pulang ke kampung halamannya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mempawah, Jamiril, mengaku telah mengetahui kabar viralnya postingan Akmal di media sosial. Jamiril memastikan pihaknya telah merespon dan mengambil langkah cepat untuk membantu Akmal agar bisa pulang ke rumahnya.

“Masalah warga Anjongan yang viral di media sosial, sudah saya komunikasikan dengan Camat dan Kepala Puskesmas Anjongan,” ungkap Jamiril, Kamis (16/04/2020) sore.

Bahkan menurut Jamiril, Kepala Puskesmas Anjongan sudah berkunjung ke rumah orangtua Akmal di salah satu kawasan di Kecamatan Anjongan. Pihak Puskesmas pun telah menjamin komunikasi dan koordinasi dengan kedua orangtuanya untuk mengatur proses pemulangan dan karantina mandiri untuk Akmal.

“Setelah dicek, ternyata rumah orang tua Akmal itu semacam rumah toko (ruko). Bagian loteng ruko masih bisa ditempati untuk karantina mandiri bagi Akmal jika sudah tiba di rumah,” jelasnya.

Selain karantina mandiri di rumah, lanjut Jamiril, pihaknya memberikan opsi lain yakni karantina di Mess Pertanian Kecamatan Anjongan. Akmal akan diinapkan di Mess Pertanian untuk menjalan karantina selama 14 hari dengan pengawasan dan perawatan dari tim medis Puskesmas Anjongan.

“Besok pagi, Camat akan menghubungi pihak yang bertanggungjawab terhadap Mess Pertanian Anjongan. Jika semua sudah dikoordinasikan dan disiapkan maka masalah Akmal akan terselesaikan dengan baik,” tukasnya.

Penulis  : Dian Sastra

Editor    : Hendra

Komentar
Bagikan:

Iklan