|

Satu PDP di RSUD Abdul Aziz Meninggal Dunia

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie menggelar koferensi pers di Ruang Kerja Kantor Wali Kota Singkawang, Kamis (2/4/2020)
Singkawang (Suara Kalbar)- Satu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjenis kelamin laki-laki berusia 12 tahun, warga Singkawang yang pulang dari luar Kalbar yang statusnya menunggu konfirmasi Laboratorium Balitbang Kemenkes RI, meninggal dunia pada Kamis (2/4/2020) sekitar pukul 09.00 WIB.

“Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya, dan tetap mengingatkan warga untuk selalu menjaga kesehatan,” ujar Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, saat konferensi pers di Kantor Wali Kota Singkawang, Jalan Firdaus, Kamis (2/4/2020).

Hadir di dalam kegiatan konferensi pers diantaranya Ketua DPRD Kota Singkawang, Sujianto, Anggota Tim Satgas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dr Ruchanihadi, Sp.PD selaku Direktur RSUD dr Abdul Aziz Singkawang, Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Singkawang, dr Barita P Ompusunggu serta Kepala Kemenag Singkawang, M Natsir.

Ditempat yang sama, Direktur RSUD dr Abdul Aziz Singkawang, dr Ruchanihadi, Sp.PD menjelaskan bahwa Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tersebut masuk dan dirujuk ke RSUD dr Abdul Aziz Singkawang pada Minggu (29/4/2020) malam sekitar pukul 20.00 WIB.

Pasien Dalam Pengawasan tersebut merupakan seorang anak laki-laki berusia 12 tahun habis dari pulang Pondok Pesantren di Pulau Madura, Provinsi Jawa Timur.

Sebelumnya Pasien Dalam Pengawasan ini mengalami batuk-batuk dan demam sekitar dua bulan lalu, kata Ruchanihadi, kemudian pada minggu terakhir kondisi pasien mengalami penurunan dengan cepat, gangguan kesadaran dan sesak nafas.

Berdasarkan diagnosa tim medis, jelas Ruchanihadi, bahwa pasien tersebut mengalami infeksi paru-paru, dan infeksi otak,  namun apakah terkait positif Covid-19 atau bukan, pihaknya masih menunggu hasil Laboratorium Kemenkes RI di Jakarta.

“Senin kemarin sudah kita kirim sampelnya ke Laboratorium Kemenkes RI di Jakarta, tinggal nanti menunggu hasilnya,” katanya.

Meskipun belum keluar hasil dari Laboratorium Kemenkes RI, Ruchanihadi menegaskan bahwa pemulasaran dan pemakaman jenazah harus sesuai dengan protokol kesehatan dalam penanganan Covid-19.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak keluarga, dan untuk yang ikut pemulasaran jenazah , keluarga menunjuk ustad namun dengan menggunakan Alat Pelindung Diri, dan jenazah tetap dibungkus dengan plastik dan jenazah di sholatkan di rumah sakit, dan akan segera dimakamkan,” ujarnya.

Terkait dengan keluarga Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang meninggal tersebut, kata Ruchanihadi, yaitu ibu, ayah dan saudara kakak dan adik pasien masuk dalam status Orang Dalam Pemantauan (ODP).

“Meraka akan dicek kesehatan oleh tim medis di Dinas Kesehatan, dan berdasarkan hasil rapid test, bahwa satu keluarga itu negatif dan saat ini dalam kondisi masih sehat. Namun mereka tetap dalam pemantauan,” jelasnya.

Kepala Kantor Kemenag Singkawang, M Nasir mengatakan bahwa jenazah yang beragama Islam tetap akan disholatkan sesuai dengan ajaran Islam, dalam hal ini ditetapkan sesuai penanganan di rumah sakit atau mengikuti protokol kesehatan penanganan Covid-19.

“Diimbau juga untuk keluarga tidak melaksanakan tahlilan cukup secara masing-masing keluarga atau bisa sholat gaib,” imbuhnya.

Penulis  : Tim Liputan
Editor    : Hendra





Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini