|

Satu PDP Asal Bengkayang Meninggal Dunia

Direktur RSUD dr Abdul Aziz Singkawang, dr Ruchanihadi, Sp.PD saat konferensi pers terkait meninggalnya satu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) asal Bengkayang di Posko Penanganan Covid-19 Kota Singkawang, Telematics Control Management Kantor Wali Kota Singkawang, Selasa (7/4/2020)
Singkawang (Suara Kalbar)- Kembali Satu Pasien PDP (Pasien Dalam Pengawasan) berjenis kelamin lak-laki  berusia 59 tahun yang merupakan rujukan dari Puskesmas Sungai Duri, Kabupaten Bengkayang meninggal dunia setelah dilakukan perawatan sekitar satu jam berada di Ruang Isolasi RSUD dr Abdul Aziz Singkawang, Selasa (7/4/2020) sekitar pukul 12.25 WIB.

 “Ada satu orang pasien Puskesmas Sungai  Duri Bengkayang yang datang ke RSUD Abdul Aziz sekitar pukul 11.34 WIB,” ujar Direktur RSUD dr Abdul Aziz Singkawang, dr Ruchanihadi, Sp.PD saat konferensi pers di ruang Posko Penanganan Covid-19 Telematics Control Management Kantor Wali Kota Singkawang, Jalan Firdaus, Selasa (7/4/2020).

Dia menjelaskan sebelumnya pasien dirujuk ke Sungai Duri dengan kecurigaan pasien dalam pengawasan. “Pasien sempat masuk di ruang isolasi RSUD dan sudah dilakukan rapid test dengan hasil non reaktif, sehingga kita saat ini belum tahu apakah pasien positif atau negatif Covid-19, dan juga sudah dilakukan pengambilan swab, rencana sampel swab akan dikirim besok ke Jakarta,” katanya.

Ruchanihadi mengungkapkan bahwa pasien memiliki riwayat perjalanan dari luar daerah yaitu telah mengikuti kegiatan keagamaan di Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung dan pulang pada Sabtu (4/4/2020) sekitar pukul 13.00 WIB.

“Pasien mengeluhkan sakit perut disertai sesak nafas, dan sakit pinggang. Pasien juga dirawat di rumah selama dua hari, kemudian akhirnya dirawat di Puskesmas Sungai Duri,” jelasnya.

Lantaran meninggal dalam kondisi Pasien Dalam Pengawasan (PDP), kata Ruchanihadi, maka penanganan jenazah mengikuti protokol kesehatan penanganan Covid-19. “Kami sudah mengundang bagian yang memandikan dan juga sudah menyiapkan kotak jenazah, dan kami juga berkoordinasi dengan pihak keluarga, dan pihak keluarga bersedia ditangani secara protokol kesehatan,” katanya.

Ruchanihadi mengatakan  untuk keluarga pasien masuk Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan ditangani Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkayang. Bertambahnya satu orang PDP yang meninggal maka menjadi enam PDP dan lantaran meninggal akhirnya ada lima PDP yang dirawat di ruang isolasi RSUD dr Abdul Aziz Singkawang. “Untuk dua PDP yang meninggal saat ini hasil swabnya masih menunggu,” jelasnya.

Penulis : Tim Liputan
Editor   : Hendra

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini