Pedagang Sate di Mempawah Sedih, Dagangannya Hanya Laku 5 Piring Saja
![]() |
| Bambang, pedagang sate di Mempawah sedih dagangannya hannya laku lima piring saja dalam semalam, dia berharap wabah Covid-19 ini segera berakhir, Kamis (9/4/2020) [Suara Kalbar.co.id / Dian Sastra]. |
Mempawah (Suara Kalbar). Pandemi Covid-19 melumpuhkan seluruh aktivitas masyarakat, termasuk para pedagang makanan di Kota Mempawah yang mengeluhkan turunnya daya beli masyarakat. Bahkan, omzet pedagang terjun bebas hingga 80 persen sejak kasus Covid-19 merebak di Kalimantan Barat.
“Situasi sekarang semakin sulit, omzet dari berjualan sudah semakin menurun. Hampir 80 persen menurun dibandingkan hari normal,” ujar Bambang, pedagang sate di Kota Mempawah kepada Suara Kalbar.co.id. Kamis (9/4/2020).
Bambang mengatakan, dalam sehari dirinya berusaha keras menjajakan dagangan sate miliknya. Sejak pagi hingga siang hari, dia berjualan di warung kopi sekitaran RSUD dr Rubini Mempawah. Sedangkan malam hari, dia berpindah lokasi ke kawasan Terminal Mempawah.
“Pagi hingga siang, masih ada masyarakat yang membeli sate. Kebanyakan masyarakat ingin sarapan dengan menu sate. Beranjak siang hingga sore, sudah mulai sepi pembeli,”katanya.
Bambang menceritakan pada malam harinya dia kembali berjualan di areal Terminal Bis Mempawah. Lokasi ini cukup strategis. Sebab, pada hari normal akan ada ratusan pengunjung yang tiap malam mencari makanan dan minuman.
“Ternyata, jualan malam hari tetap sepi pembeli. Terkadang dalam semalam hanya laku lima piring sate saja. Sejak informasi tentang Corona semakin merebak, masyarakat sudah takut keluar rumah,” ungkapnya.
Bambang beserta rekan-rekan pedagang kuliner lainnya di Kota Mempawah berharap pandemi Covid-19 segera berakhir. Sehingga, masyarakat dapat beraktivitas dengan normal dan lancar seperti biasanya.
“Jika situasi seperti ini terus berlangsung lama, saya khawatir tidak ada lagi masyarakat yang mau membeli sate. Kalau sudah seperti itu, saya dapat uang dari mana untuk keperluan sehari-hari,” keluhnya.
Penulis : Dian Sastra
Editor : Hendra






