SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda News Alpukat Buah yang Diyakini Menurunkan Obesitas

Alpukat Buah yang Diyakini Menurunkan Obesitas

Oleh: Maria Aditia*

MASA remaja adalah masa yang menyenangkan, namun juga masa yang kritis dan sulit, karena merupakan masa transisi atau peralihan dari masa anak – anak yang menuju ke masa dewasa, yang biasanya ditandai dengan perubahan aspek fisik, psikis dan psikososial (Dariyo & Wulandari, 2007). Berkaitan dengan pertumbuhan fisik tersebut, bentuk tubuh yang ideal serta wajah yang menarik merupakan hal yang paling di idam – idamkan oleh hampir semua orang.

Apalagi banyak remaja yang mulai mengembangkan konsep diri dan juga ketertarikan dengan lawan jenis. Untuk itu kecenderungan menjadi gemuk atau obesitas yang dapat menggangu sebagian anak pada masa puber mereka dan menjadi keperhatinan selama bertahun – tahun pada awal remaja ( Hurlock, 2007). Menurut Papalia, Olds, Feldman Dan Rice ( Dalam Wulandari, 2007) ada tiga penyebab obesitas, yakni faktor fisiologis, faktor psikologis dan faktor kecelakan yang menyebabkan kerusakan pada system saraf pusat yang mengatur rasa lapar.

Faktor fisiologis adalah faktor yang muncul dari berbagai variable, baik yang bersiftat herediter maupun non herediter. Dilihat dari faktor – faktor yang menyebabkan obesitas tersebut salah satunya adalah pola makan atau jenis makanan yang dikonsumsi dan jenis kegiatan yang dilakukan ( Rahayu, et all, 2012).

Obesitas merupakan keadaan patologis karena penimbunan lemak yang berlebih daripada yang diperlukan untuk fungsi tubuh. Dampak buruk obesitas bagi kesehatan sangat berhubungan erat dengan penyakit – penyakit serius, seperti tekanan darah tinggi, jantung, diabetes mellitus dan penyakit pernapasan (Effendi, 1992).

Obesitas juga dapat mempengaruhi kesehatan pada kulit yang dimana dapat terjadi striae atau garis – garis putih terutama yang berada di daerah perut. Selain itu, gangguan psikologis juga dapat terjadi pada anak dengan obesitas. Badan yng terlalu gemuk sering membuat si anak sering diejek – ejek oleh teman – temannya.

Sehingga memiliki dampak yang kurang baik pada psikologis pada anak (Pingkan, 2010). Adapun salah satu cara yang mudah dan disarankan untuk melakukan penurunan berat badan yaitu dengan cara mengkonsumsi buah alpukat. Alpukat merupakan salah satu buah yang populer dan banyak digemari oleh masyarakat Indonesia.

Alpukat umumnya memiliki warna kulit buah yang berwarna hijau kekuningan dengan biji ditengahnya yang berwarna kecoklatan (Wuntu, et all. 2012). Selain rasanya yang enak alpukat juga memiliki segudang manfaat bagi kesehatan tubuh. Bahkan buah ini termasuk sebagai menu diet bagi mereka yang memiliki hasrat untuk menurunkan berat badan, tetapi yang dimana banyak mengira bahwa alpukat ini dapat meningkatkan berat badan tetapi dapat diluruskan bahwa alpukat ini mengandung snyawa asam lemak tak jenuh yang aman jika dikonsumsi secara rutin. Karena alpukat merupakan satu – satunya yang kaya dengan lemak dan kadarnya yang dua kali lebih dari kandungan lemak durian.

Menurut Anggrahenny (2007) walaupun demikian lemak alpukat termasuk lemak sehat, karena didominasi dengan asam lemak tak jenuh tunggal atau asam oleat dan terkenal dengan omega 9 yang bersifat antioksidan kuat. Asam lemak tak jenuh adalah asam lemak yang memiliki ikatan rangkap. Asam lemak tak jenuh terdiri dari atas asam lemak tak jenuh tunggal dan ganda, asam lemak tak jenuh tunggal disebut juga dengan omega – 9 karena ikatan rangkapnya terletak diatom C kesembilan, contohnya asam oleat (Sustresna, 2007).  Persea Americana Mill (Alpukat) merupakan salah satu bahan alami yang mengandung beberapa bahan aktif yang diduga dapat menurunkan kadar kolestrol didalam darah, yaitu : pantethin, niasin ( vitamin B3), β – sitosterol, vitamin C, vitamin E, vitamin A (β – carotene), asam pantothenat, asam oleat, golongan MUFA, asam folat, selenium, asam amino dan serat.

*Penulis adalah Mahasiswa Jurusan Kimia FMIPA Untan Pontianak

Komentar
Bagikan:

Iklan