|

Warga Desa Tanap Gelar Ritual Tolak Bala Sampar Simparat

Ketemenggungan Ba'Pulou Adat Tanah Muara, Desa Tanap, Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau menggelar ritual tolak bala budaya di Situs Budaya Pemiang Bulan sebagai upaya mencegah dan menangkal meluasnya penyebaran Virus Corona (Covid-19), Senin (30/3/2020)

Sanggau (Suara Kalbar) - Ketemenggungan Ba' Pulou Adat Tanah Muara, Desa Tanap, Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau menggelar Ritual Tolak Bala di Situs Budaya Pemiang Bulan, sebagai upaya mencegah dan menangkal meluasnya penyebaran Virus Corona (COVID-19), Senin (30/3/2020).

Ritual Tolak Bala Pungkobu Sampar Simparat (Pengusir Wabah Penyakit Sampar-Red) ini bertujuan untuk cuci kampung, menghindari dari bala penyakit, hama, musibah dan hal-hal yang tidak baik lainnya.

“Masyarakat Sub Suku Bi Nenguh Dayak Tanah Muara Desa Tanap melakukan Ritual Tolak Bala Sampar Simparat, sebagai bentuk respon dan upaya masyarakat Dayak mencegah penyebaran Virus Corona (Covid-19) di Desa Tanap, Kecamatan Kembayan,” ujar Rades Temenggung Ba’Pulou.

Dia menjelaskan bahwa usai Ritual Adat Tolak Bala, selanjutnya semua masyarakat di wilayah Ketemenggungan Ba' Pulou wajib patuh dan mengikuti masa Panta Torik (Pantang Ketat) selama dua hari terhitung Selasa (31/3/2020) sampai dengan Rabu (1/4/2020).

Selama masa Panta Torik, semua warga masyarakat tidak diperbolehkan mengkonsumsi sayur-mayur dan lauk-pauk yang masuk kategori Sabat Burat, yakni Sogah (Rebung), Pokuh (Pakis), Sumpak (Umbut), Jamur Kurat Toni, Kura Nyoman, Ciuh (Kepiting) dan Nut (Udang).

Selain itu juga warga tidak diperkenankan keluar masuk kampung, tidak boleh menerima tamu dan tidak membuka toko, warung atau usaha sejenisnya.

Dia juga meminta juga agar semua warga tetap menjaga Keamanan dan ketertiban di masyarakat (Kamtibmas), dengan tidak membuat keributan, gaduh dan tidak mengadakan pesta atau hiburan selama Panta Torik.

"Bagi warga luar Desa Tanap yang melintasi jalan raya hanya boleh lewat dan dilarang keras untuk singgah dengan alasan apapun," kata Temenggung Ba' Pulou.

Bagian dari rangkaian Ritual Adat Tolak Bala ini, dilakukan juga Mabas Empuk (mereciki air yang sudah diritualkan) sepanjang jalan untuk membersihkan kampung dan memasang Empago di tapal batas kampung atau desa.

Di akhir acara Pak Gari Tukak Pomang (Peritual) dan Pak Acau (dukun kampung) mengingatkan kepada semua warga Dusun Tanap, Tapang Raya, Ngoyok Mandiri, Damai dan Tanjung Maya untuk mematuhi aturan pantang yang sudah disampaikan.

"Pelanggaran terhadap ketentuan pantang dikenakan sanksi adat sesuai tingkat kesalahan dan mengganti biaya ritual adat,” katanya.

Penulis: Niko
Editor  : Hendra

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini