|

Wali Kota Singkawang Sidak Gudang Sembako

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie bersama Pimpinan Forkumpimda, Satgas Pangan dan Disperindagkop dan UKM Kota Singkawang mengecek ketersediaan beras di Gudang Bulog Sub Divre Singkawang, Senin (30/3/2020)
Singkawang (Suara Kalbar)- Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie bersama pimpinan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Singkawang, Satgas Pangan dan Disperindagkop UKM Kota Singkawang melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk mengecek kebutuhan sembako di Gudang Bulog serta gudang-gudang sembaki yang ada di Kota Singkawang, Senin (30/3/2020).

Diantara Pimpinan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kota Singkawang, Ketua DPRD Kota Singkawang, Sujianto, Dandim 1202 Singkawang, Letkol Arm Jacob Victor JL Lopulalan, Kapolres Singkawang, AKBP Prasetiyo Adhi Wibowo, juga diikuti Satgas Pangan dan Kadisperindagkop dan UKM Kota Singkawang M H Muslimin dan Komisi B DPRD Kota Singkawang.

“Kami bersama Forumpimda dan DPRD Komisi B, Dinas Perdagangan meninjau Bulog berdasarkan pantauan kita, bahwa  beras, ayam dan telur tidak ada  masalah dan  aman,” ujar Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie.

Justru ayam kalau berlebihan, kata Tjhai Chui Mie, maka tidak ada yang beli karena banyak restoran dan rumah makan yang tutup.”Tadi kata pedagang, kalau ayam dijual Rp 16 ribu saja, sudah tidak ada yang beli, yang menjadi permasalahan kita yaitu tidak adanya gula,” jelasnya.

Menurut Tjhai Chui Mie, ketersediaan gula pasir harus menjadi perhatian kita bersama. “Mudah-mudahan dari pemerintah pusat bisa mengatasi, karena tidak lama lagi bulan puasa dan Idul Fitri, dan gula sangat penting khususnya di Kota Singkawang,” katanya.

 Untuk ketersediaan beras saat ini sebanyak 1, 350 ton, jelas Tjhai Chui Mie, dan termasuk RPK-RPK masih ada stok sebanyak 100 ton beras, tepung 25 ton dan untuk ketersediaan beras untuk tiga bulan kedepan, dan harga masih normal dan akan dikonsultasikan.

“Informasi dari Kementrian Pedagangan bahwa  pertengahan  April sudah datang gula pasirnya,” katanya.

Kasi Komersil Bulog Sub Divre Singkawang, Rully mengatakan bahwa ketersediaan stok beras di Singkawang tetap ada bahkan kalaupun sudah didistribusikan, sedangkan di Gudang Bulog tetap tidak boleh kosong.

“Untuk kapasitasa gudang disini bisa mencapai 3.500 ton bahkan totalnya keseluruhan bisa mencapai 7 ribu ton, tapi kan kita kosongkan sebagian untuk gula pasir kemasan nantinya, walaupun saat ini sudah dua bulan kosong,” jelasnya.

Menurutnya, ketersediaan beras masih cukup aman untuk 3 -4 bulan  kedepan untuk Singbebas. “Kita siapkan semuanya, sedangkan untuk gula pasir, kita langsung kuota dari pusat, sedangkan impor pasti, ” katanya.

Kadis Perindustrian Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Singkawang, H Muslimin mengatakan pengecekan ketersediaan stok di Kota Singkawang, termasuk diantaranya pengecekan di Gudang Bulog, serta beberapa gudang terakhir di Gudang  Indo Marko.

“Kalau terjadi kenaikan barang Rp 1000 hingga Rp 2 ribu masih kategori wajar, dan memang sekarang yang menjadi persoalan kelangkaan gula pasir, berdasarkan informasi Kemendag sekitar minggu pertama dan kedua bulan April,” jelasnya.

Muslimin mengatakan  mengetahui bahwa persoalan gula pasir, juga menjadi persoalan Indonesia, apalagi di berbagai daerag termasuk di daerah hulu juga masih ada harga lebih tunggu.

“Kami juga menyurati retail modern seperti Hypert Mart bahwa harga Rp 12.500, dan kami juga sudah mengambil sampel dan memang mereka punya stok,” katanya.

Dia menjelaskan, kebijakan dari retail  modern tersebut untuk pembeli paling banyak untuk membeli gula pasir sebanyak satu kilogram.”Jadi ada tempat pilihan masyarakat dalam kondisi seperti ini,” ujarnya.

Berdasarkan pantauan Muslimin, di pasaran yang masih ada jual gula pasir yaitu di harga Rp 20 ribu hingga Rp 21 ribu, dan paling terendah di harga Rp 18 ribu, itupun gula pasir dari negara tetangga sebelah.

“Kita sebelumnya berupaya untuk dapat mengimpor gula dari Sarawak, namun itu tidak diperbolehkan pusat, maka kita menunggu dari pusat atau daru Jakarta, dan memasuki bulan Ramdan ketersediaan gula ada,” katanya.

Penulis  : Tim Liputan
Editor   : Hendra

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini