|

Pemkab Sintang Tetapkan KLB Covid-19, Ini Pernyataan Jarot

Bupati Sintang Jarot Winarno saat press release tentang perkembangan Covid-19
Sintang (Suara Kalbar) - Bupati Sintang Jarot Winarno dalam press release,  Senin (30/3) memaparkan, menyikapi informasi pasien dalam pengawasan (PDP) nomor register 02 di RSUD Ade M. Djoen Sintang dinyatakan positif COVID-19 berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium Balitbangkes Kemenkes Pusat pada 28 Maret 2020.

"Perlu kami sampaikan bahwa PDP 02 adalah pasien rujukan yang berasal dari kabupaten lain bukan merupakan penduduk Sintang. Hal ini terkait dengan Status Rumah Sakit Ade M Djoen sebagai salah satu RS Rujukan penanganan Pasien CoVid-19 di wilayah Kalimantan Barat, "ungkapnya.

Maka pada  30 Maret 20202 Pemerintah Kabupaten Sintang menetapkan status Kejadian Luar biasa (KLB) penanganan COVID-19  Kabupaten Sintang. 

"Penetapan status KLB tersebut sebagai wujud kesiapsiagaan, keseriusan dan kehati-hatian Pemerintah Kabupaten Sintang untuk menangani penyebaran COVID-19 di Kabupaten Sintang, "papar Jarot.

Selanjutnya,Riwayat  PDP 01 dan 02 dapat dijelaskan sebagai berikut:
RSUD Ade M. Djoen sebagai rumah sakit rujukan penanganan COVID-19 telah menerima rujukan dari 2 kabupaten   dengan status PDP. 

"Sampai saat ini  telah dilakukan perawatan intensif di ruang isolasi karantina selama 12 hari untuk ke dua kasus PDP, "katanya.

PDP 01 adalah perempuan berusia 18 tahun yang merupakan pasien rujukan dari Kabupaten lain, mulai dirawat RSUD Sintang sejak tanggal 17 Maret 2020.

"Pada hari ini rencana akan dipulangkan karena sudah dalam kondisi sehat dan hasil pemeriksaan swab tenggorokan negative covid 19,"tegas Jarot.

PDP 02 berjenis kelamin laki-laki berusia 55 tahun merupakan pasien rujukan dari kabupaten lain mulai dirawat sejak tanggal 19 Maret 2020 dengan keluhan demam, batuk dan sesak nafas. Riwayat berpergian sebelumnya yang bersangkutan pernah berpergian ke Yogyakarta dan Jakarta untuk urusan dinas.

Kondisi terkini PDP 02 telah dirawat selama 12 hari ,  tidak mengalami sesak, tidak batuk dan juga tidak ada demam. Infus sudah dilepas sejak tanggal 28 maret 2020 dan pasien dapat melakukan aktivitas dengan baik dalam ruang isolasi karantina. Hasil pemeriksaa swab tenggorokan positif covid 19.

"Hingga saat ini, belum ada warga Kabupaten Sintang yang positif terinfeksi COVID-19, meskipun terdapat 315 orang dengan status Orang Dalam Pemantauan (ODP),"urai Jarot.

Dengan ditetapkannya Kabupaten Sintang sebagai status kejadian luar biasa, maka Pemerintah Daerah akan mengambil langkah-langkah:

Melakukan pemantauan dan pengawasan secara ketat terhadap arus orang dan barang dari dan ke Kabupaten Sintang dengan mendirikan posko dibeberapa titik masuk.

Menghimbau kepada seluruh masyarat dengan fokus materi  himbauan sebagai berikut:

Melakukan jaga jarak fisik (physical distancing) 1 – 2 meter.
Membatasi mobilitas masyarakat dengan cara belajar dari rumah, bekerja dari rumah, dan beribadah di rumah.

Tidak membuat cluster kerumunan baru seperti acara pernikahan, selamatan, event sosial, dan lain sebagainya.

Meminta masyarakat untuk menghindari tempat-tempat keramaian baik di pasar, warung kopi/kafe, tempat  hiburan, taman, rumah makan, dan sebagainya.

Menjaga kebersihan diri setiap masyarakat dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (cuci tangan pakai sabun, mengkonsumsi makanan dengan menu seimbang dan minum air putih yang cukup).

Menggunakan masker untuk orang yang punya keluhan seperti batuk, pilek dan flu serta bagi masyarakat yang memiliki resiko tinggi karena berada di tempat-tempat keramaian seperti pedagang, buruh harian, dan lain sebagainya.

Bagi kelompok yang memiliki resiko tinggi seperti lanjut usia dan memiliki riwayat penyakit kronis, agar menghindari kontak fisik dengan orang lain yang berpotensi menyebarkan COVID-19.

Meminta masyarakat dan pelaku usaha untuk tidak melakukan penimbunan bahan-bahan makanan pokok.
Memberikan insentif kepada pelaku UMKM berupa keringanan pembayaran sewa lapak, kios dan ruko sebesar 50% selama 3 bulan kepada pedagang di pasar-pasar Pemda.

Memberikan keringanan pajak dan retribusi daerah bagi semua pelaku usaha.

Melakukan program-program jaringan pengaman sosial (Social Safety Net) di semua OPD terkait.

Memberikan bantuan beras sebesar 10 kg sebagai tahap pertama untuk 57.872 KK miskin yang berasal dari bansos Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan Bupati Sintang menyalurkan bantuan beras 100 ton khusus bagi keluarga yang berpotensi terkena dampak COVID-19.

Guna antisipasi dampak negatif bagi perkembangan ekonomi daerah, akan mempercepat belanja kegiatan pemerintah daerah yang bersumber dari DAU dan dana desa. Khusus penggunaan dana DAK tahun 2020 sebesar 208,5 Milyar  berdasarkan
 Kementerian Keuangan RI nomor S-126/PK/2020 tentang Penghentian Proses Pengadaan Barang/Jasa DAK tahun Anggaran 2020 dilakukan perubahan.

Dana DAK Kabupaten Sintang sebesar 64 Milyar akan dihentikan atau tidak dilaksanakan, sedangkan dana sebesar 144,5 Milyar (DAK Pendidikan dan Kesehatan) akan tetap dilaksanakan. Dana DAK yang tidak dilaksanakan dan pemanfaatan DAU sebesar 186,2 M diharapkan akan menjadi pemompa ekonomi masyarakat dalam suasana penularan COVID-19.

Melakukan realokasi anggaran dalam
 2020 yang diperuntukan penanganan COVID-19. Realokasi tersebut merupakan hasil pemangkasan anggaran perjalanan dinas dan diklat ASN disetiap OPD Kabupaten Sintang. Dana sebesar Rp. 5,6 Milyar hasil realokasi akan diarahkan sebesar Rp. 3 Milyar untuk Dinas Kesehatan dalam upaya membiayai pengadaan APD, belanja disinfektan, dan sebagainya.

Sedangkan dana Rp. 2,6 Milyar akan dialokasikan ke RSUD Ade M. Djoen untuk fokus membiayai operasional perawatan pasien COVID-19 dan penyempurnaan ruang isolasi serta ruang isolasi mandiri.
Akan menggunakan dana tanggap darurat yang dikoordinir melalui Gugus Tugas Penanganan COVID-19 di Kabupaten Sintang.

Kepada seluruh komponen masyarakat untuk dapat berpartisipasi dalam menangani penyebaran COVID-19 di  Sintang. Khusus kepada para tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat dan pimpinan organisasi kemasyarakatan untuk ambil bagian dalam upaya memberikan edukasi kepada masyarakat melawan penyebaran COVID-19. Perlu kerjasama semua pihak untuk selalu menjaga situasi dan kondisi yang aman, tidak panik dan selalu waspada di tengah masyarakat Kabupaten Sintang. 

"Pemerintah Kabupaten Sintang mendukung sepenuhnya penundaan pelaksanaan Pilkada 2020, agar dana, pikiran dan tenaga seluruh masyarakat tetap fokus untuk mencegah wabah COVID-19 di seluruh Indonesia  termasuk di Kabupaten Sintang," tutup Jarot.

Penulis: Rilis
Editor: Kundori

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini