|

Norsan: Jangan Tiru Salam Siku

Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan.[Net]
Mempawah (Suara Kalbar)- Wabah virus Corona (Covid-19) di Indonesia menyebabkan seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan.

Situasi ini membuat sebagian orang merubah kebiasaannya. Misalnya kebiasaan bersalaman. Masyarakat menghindari kontak fisik untuk mencegah penularan virus yang belum ditemukan vaksinnya itu.

Seperti yang dilakukan Tokoh Nasional, Jusuf Kalla dengan Menteri Keuangan, Sri Mulyadi yang mempraktikkan salam siku. Video salam siku ini pun telah terebar luas melalui media sosial. Banyak masyarakat yang kurang sependapat dengan sikap tersebut. Termasuk Wakil Gubernur Kalbar, Drs. H Ria Norsan.

“Saya heran lihat salam yang diperagakan Pak Yusuf Kalla dan Ibu Sri Mulyani. Sebaiknya jangan kita ikut salam pakai sikut seperti itu,” seru Norsan di hadapan Pengurus MABM Se-Kalbar di Rumah Dinas Bupati Mempawah, Jumat (13/03/2020) malam.

Norsan mengaku kurang setuju dengan contoh-contoh perilaku yang seperti itu. Sebab, menurut dia, agama Islam mengatakan, apabila seseorang berjabat tangan saling memaafkan dan ridha, maka gugurlah dosa-dosa dari jari-jemarinya.

“Kita sebagai orang Melayu diajarkan untuk mengedepankan sopan santun. Jadi, tindakan dan perbuatan yang dilakukan haruslah penuh adab,” tegasnya.

Norsan mengaku memahami situasi dan kondisi kekhawatiran serta kecemasan semua pihak terhadap penyebaran Covid-19 yang semakin masif. Norsan pun menyerukan agar masyarakat lebih meningkatkan kewaspadaan dan mendisiplinkan diri untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

“Memang saat ini situasi lingkungan membuat kita harus waspada dan berhati-hati, namun dalam adab bersalaman juga tidak perlu harus seperti itu (menggunakan sikut), terlihat kurang santun dan bukan bagian dari kebiasaan masyarakat Indonesia khususnya orang Melayu,” tukas Norsan.


Penulis : Dian Sastra
Editor    : Diko Eno
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini