|

Ketua MUI Sanggau: Salat Jumat Ditiadakan

Rapat yang Digelar MUI Sanggau
Sanggau (Suara Kalbar) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sanggau menggelar rapat gabungan menyikapi situasi yang berkembang saat ini terkait merebaknya virus covid-19 di Kabupaten Sanggau.

Rapat digelar di Masjid Agung Al - Mu'awwanah Sanggau pada Kamis (26/3/2020) malam tersebut dihadiri pejabat dari Pemerintah Daerah Kabupaten Sanggau beserta Dinas terkait, Kepala Kantor Kementerian Agama Sanggau, Polres Sanggau, Dewan Pengurus Masjid Indonesia Kabupaten Sanggau, Ormas Islam NU dan Muhammadiyah, dan sejumlah pengurus masjid di Kota Sanggau.

Ketua MUI Kabupaten Sanggau H. Nasri H. Razali menyampaikan berdasarkan rapat gabungan tersebut, MUI memutuskan bahwa Shalat jumat tanggal 2 Sya'ban 1441 H/27 Maret 2020 ditiadakan diganti dengan melaksanakan sholat Zuhur di rumah.
"Tidak hanya shalat Jumat, shalat jama'ah Fardhu/ Rowatib di masjid juga diganti shalat di rumah," kata Nasri dalam releasenya, Jumat (27/3/2020) pagi.

Nasri menjelaskan, dasar hukum ditiadakannya shalat Jumat tersebut sesuai dengan Fatwa MUI Kalbar nomor 14 tahun 2020 tanggal 21 Rajjab 1441 H/16 Maret 2020 tentang penyelenggaraan ibadah dalam situasi terjadi wabah covid-19. Kemudian surat edaran Gubernur Kalimantan Barat nomor: 440/0883/KESRA-B tentang KLB/tanggap darurat corona virus 2019 tertanggal 17 Maret 2020 kepada Bupati dan Wali Kota se Kalbar.
"Dasar lainnya adalah tausiyah MUI Provinsi Kalimantan Barat  tentang penyelenggaraan ibadah di Masjid dalam situasi darurat Covid-19 berrnomor: 24/MUI-KB/III/2020 tentang penyelenggaraan ibadah di masjid dalam 1situasi darurat Covid-19," katanya.

Selanjutnya, keputusan Bupati Sanggau nomor 219 tahun 2020 tanggal 18 Maret 2020 tentang status tanggap darurat bencana wabah Covid-19 di Kabupaten Sanggau.
"Setelah mendengar, memperhatikan dan menimbang usulan, saran, pendapat dan masukan peserta rapat tadi malam, maka ada enam point penegasan yang kami sampaikan," ujar Nasri.

Enam point tersebut diantaranya, ditegaskan kepada pengelola masjid dan segenap umat islam Kabupaten Sanggau utuk tidak melaksanakan shalat Jumat pada tanggal 27 Maret 2020 dan para jamaah menggantikannya dengan melaksanakan shalat Zuhur di kediaman masing - masing.

Kemudian, pengelola masjid tidak menyelenggarakan jamaah shalat rawatib lima waktu, namun adzan tetap dikumandangkan sebagai tanda waktu shalat. Tidak menyelenggarakan kegiatan keagamaan yang melibatkan orang banyak, baik di masjid ataupun tempat lain.
"Untuk pelaksanaan shalat Jumat selanjutnya akan dikeluarkan tausiyah berikutnya sesuai dengan perkembangan situasi. Masyarakat harus mematuhi seruan berbagai pihak untuk berdiam di rumah dan menjaga jarak fisik. Dan terakhir, Tausiyah ini ditujukan kepada seluruh masjid/surau atau Musholla di Kabupaten Sanggau," pungkasnya


Penulis  : Tim Liputan
Editor    : Dina Wardoyo

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini