|

Hari Ini, Anjongan Tutup Kampung

Pasar Anjongan, Kecamatan Anjongan, Kabupaten Mempawah, yang tampak lengang paskaritual adat Balalak atau tutup kampung. (Suarakalbar/Dian Sastra]
Mempawah (Suara Kalbar)- Mendukung upaya pemerintah mengatasi penyebaran wabah Covid-19, masyarakat adat Dayak di Kecamatan Anjongan melaksanakan ritual adat Belalak atau tutup kampong, Jumat (21/03/2020). Ritual adat ini berlangsung sejak pukul 05.00-16.00 WIB.

Dari pantauan Suara Kalbar, sejak pagi hari lingkungan masyarakat di Pasar Anjongan dan sekitarnya tampak sunyi. Masyarakat mematuhi ketentuan adat Belalak untuk menutup pintu-pintu rumah dan berdiam diri. Tampak tidak ada aktivitas masyarakat seperti hari-hari biasanya.

Pasar Anjongan yang menjadi pusat perekonomian masyarakat di Kecamatan Anjongan tampak mati suri. Seluruh toko menghentikan aktivitasnya. Tidak ada masyarakat yang duduk di warung kopi atau berbelanja. Mereka kompak berdiam diri di dalam rumah dan beristirahat total. Meski demikian, masih terlihat beberapa pengendara lalu lintas yang melewati jalan raya di Pasar Anjongan. Namun, mereka hanya diperbolehkan untuk melintas saja.

Tak hanya masyarakat adat di Kecamatan Anjongan, sejumlah wilayah lain seperti Kecamatan Sadaniang dan Toho pun kabarnya akan melaksanakan ritual adat Belalak. Mereka berharap upaya tersebut dapat mencegah masuk dan berkembangkan penularan Covid-19 yang telah menewaskan ribuan jiwa di berbagai penjuru dunia.

“Mudah-mudahan cara ini dapat menjadi solusi terbaik untuk mengurangi penyebaran Covid-19 di Kalbar umumnya dan Kabupaten Mempawah khususnya. Sehingga Kabupaten Mempawah tetap aman dan steril,” harap warga setempat, Susanti melalui akun media sosialnya.

Sementara itu, Yohanes, warga Desa Anjongan Dalam, yang ditugaskan menjaga pintu masuk kampung agar tidak ada aktivitas masyarakat, mengatakan, ritual adat Belalak untuk membatasi aktivitas masyarakat agar tidak memasuki suatu kampung.

“Kalau biasanya masyarakat boleh keluar, tapi tidak boleh masuk. Namun sekarang keluar maupun masuk kampung tidak boleh. Makanya, pintu masuk kampung di-portal agar tidak ada yang masuk atau keluar,” terang Yohanes.

Yohanes menerangkan, ritual adat Belalak telah dimulai sejak kemarin malam pukul 23.00 WIB dan akan berlangsung hingga pukul 17.00 WIB nanti. Seluruh warga yang berada di lingkungan kampung setempat wajib mematuhi aturan tersebut.

“Jika ada yang melanggar maka akan dikenakan hukum adat. Aturan adatnya memang seperti itu, jadi semuanya sudah diatur sejak dulu,” tukasnya.


Penulis : Dian Sastra
Editor    : Diko Eno
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini