|

Dua PDP yang Meninggal Positif Covid-19, Walikota Pontianak Imbau Warga yang Pernah Kontak Langsung Segera Memeriksakan Diri

Walikota Pontianak saat melakukan penyiraman cairan disinfektan pencegahan covid 19 agar tidak menyebar dibeberapa kawasan di Kota Pontianak
Pontianak (Suara Kalbar) - Melalui Media sosial pribadinya, Gubernur Kalbar Sutarmidji mengumumkan hasil dari keseluruhan pasien dalam pengawasan (PDP) n-Covid 19,yang sedang dirawat diseluruh RS yang ada di Kalbar sebanyak 13 orang dinyatakan negatif corona.

Ditulis orang nomor satu di Kalbar itu "Ada berita yang menyenangkan, 13 Pasien Dalam Pengawasan yang dirawat diseluruh rumah sakit di Kalbar hasil Laboratoriumnya sudah keluar dan dinyatakan negatif. Ada 2 pasien yang positif setelah 2 kali hasil labnya negatif dan dia dinyatakan Sembuh. Ada satu pasien positif hasil lab 1-nya sudah negatif dan tinggal menunggu 1 kali test lagi".

Tapi ada 4  PDP yang hasil labnya positif satu diantaranya ada kontak dengan pasien positif pertama yang sudah sembuh 2 orang sudah meninggal. Kita akan telusuri yang pernah kontak dengan pasien positif baru ini. Jadi ingatlah anda bisa jadi positif kalau anda tak jaga jarak dan tak pakai masker. Terus waspada tapi jangan panik. Jika cepat ditangani yang positif bisa sembuh," ungkap Gubernur melalui Instagram dan Facebook bernama Bang Midji, Minggu (29/3/2020).

Hal tersebut juga ditegaskan Walikota Pontianak Edi Rusdi Kamtono yang langsung mengimbau kepada seluruh warga yang pernah kontak dengan almarhumah dan satu pria yang telah meninggal sebelumnya untuk segera memeriksakan diri ke Puskesmas maupun Rumah Sakit untuk segera melaporkan diri ke Dinas Kesehatan.

"Dua orang PDP yang pulang dari Sajadah Fajar dan satu pria yang sempat viral hasil laboratoriumnya baru keluar dan hasilnya positif Corona. Menjadi perhatian kami bahwa semua orang yang pernah kontak dan bersentuhan untuk segera melapor karena akan menjadi orang dalam pemantauan (ODP)," ungkapnya kepada suarakalbar via selular, Minggu (29/3/2020).

Menurutnya upaya pencegahan diri terhadap mereka yang pernah berkontak langsung dengan dua orang yang telah meninggal harus dilakukan agar penyebaran virus n-Covid 19 tidak semakin menyebar luas.

Dijelaskannya beberapa orang yang berkontak langsung salah satunya adalah mereka yang memandikan jasad karena pada saat meninggal hasilnya belum keluar sehingga proses pemakaman dilakukan dengan cara yang biasa.

"Kalau yang pulang dari Kapuas Hulu pada saat meninggal hasilnya belum keluar sehingga dikebumikan biasa termasuk dimandikan dengan keluarga dan orang terdekat. Satu lagi yang baru kemarin pada saat meninggal sudah diterapkan dengan penutupan mayat sesuai protap. Namun waspada juga kepada mereka yang pernah kontak langsung sebelum ia meninggal," paparnya.

Kepada mereka yang pernah berkontak langsung dengan dua orang PDP yang meninggal dan hasilnya positif corona, Walikota Pontianak sangat berharap ada kesadaran dari seluruh pihak untuk segera memeriksakan diri dan melaporkan data kepada pihak RS ataupun Dinas Kesehatan.

"Ini perlu dilakukan agar kita tau hasilnya agar jika positif atau negatif langkah yang dilakukan sudah bisa dilaksanakan. Kami melalui Dinkes Kota juga akan bergerak untuk langsung menghubungi keluarga," tuturnya.

Meski dua orang PDP yang telah meninggal dinyatakan positif Corona, mantan Kepala Dinas PU Kota Pontianak itu lantas berharap kepada seluruh masyarakat untuk tetap menjaga jarak tetap melakukan social distancing dan tetap menjauhi kerumunan.

"Ikuti imbauan yang disarankan pemerintah insya Allah kita tetap berusaha agar penyebaran tidak semakin banyak," pungkasnya.

Penulis  : Dina Wardoyo
Editor    : Diko Eno
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini