|

Dampak Covid 19, Pilkades Serentak di Melawi Terpaksa Ditunda

Tugu Melawi.[Ist]
Melawi (Suara Kalbar)- Pelaksanaan pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2020 di 111 Desa di Kabupaten Melawi terpaksa harus ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Lantaran wabah virus corona Covid 19 yang semakin mengancam Indonesia termasuk di wilayah Provinsi Kalbar.

Penundaan  berdasarkan surat edaran Bupati Melawi Nomor 140 / 270/ DPMD tertanggal 24 Maret 2020 tentang penundaan tahapan pemilihan kepala desa serentak se Kabupaten Melawi tahun 2020.

Dalam isi surat edaran Bupati juga dijelaskan bahwa penundaan tahapan pelaksanaan Pilkades tidak membatalkan tahapan yang telah dilaksanakan sebelumnya.

"Saat ini tahapan Pilkades sudah penetapan calon dan pencabutan nomor urut," Ungkap Kepala  Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Melawi Haji Hasanudin dikonfirmasi Suarakalbar.co.id, Rabu (25/3/2020).

 Haji Hasan menjelaskan untuk tahapan selanjutnya yang terdapat kegiatan berkumpul orang banyak Seperti tahapan pernyataan bersama calon kepala desa, tahapan kampanye , bimtek kpps dan simulasi pemungutan dan penghitungan suara dan pemungutan suara tanggal 20 April 2020 ditunda.

"Penundaan tahapan Pilkades Serentak tahun 2020 di Kabupaten Melawi sampai dengan dicabutnya penetapan status keadaan darurat bencana wabah penyakit akibat Virus Corona di Indonesia oleh pihak berwenang," jelasnya.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menetapkan status masa tanggap keadaan darurat akibat virus Corona (Covid-19) diperpanjang hingga 29 Mei 2020, lantaran skala penyebaran virus tersebut sudah meluas disejumlah daerah di Indonesia.

Bahkan, Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji juga mengeluarkan surat edaran (SE) Nomor 440/0863/ KESRA-B, penetapan status Kejadian Luar Biasa (KLB) terkait Covid 19.

Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar mencatat  sampai tanggal 24 Maret 2020, sudah ada 3 orang positif, 1938 Orang dalam pemantauan (ODP) dan 23 orang pasien dalam pengawasan (PDP).

Calon Kepala Desa Kenual, Anwar menuturkan apa yang telah diputuskan oleh pemerintah terkait penundaan tahapan Pilkades serentak tentu sudah melalui kajian dan pertimbangan yang matang.

Apalagi menurutnya saat ini Indonesia bahkan dunia digemparkan dengan penyebaran dan penularan Virus Corona atau Covid 19.

"Jika itu sudah keputusan pemerintah,ya harus kita  ikuti . Demi kebaikan kita semua dalam mencegah penyebaran Virus Corona," ujarnya.

Ketua Komisi 1 DPRD Melawi, Widya Rima mengaku sangat mendukung dan merespon baik terkait penundaan tahapan Pilkades serentak yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Melawi. Demi menghindari mudharat yang lebih besar.

"Disejumlah daerah lainnyapun juga melakukan hal yang sama. Menunda pelaksanaan Pilkades, contohnya di Kabupaten Sanggau," beber praktisi asal PKS ini.



Penulis : Dea Kusumah Wardhana
Editor    : Diko Eno
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini