|

Curahan Hati ODP: Mental Saya Drop, Mengapa Data Pribadi Disebar di Medsos

Ilustrasi pasien Virus Corona Covid-19 (Suara.com/Iqbal)
Jakarta (Suara kalbar)-  Sebuah unggahan dari pengguna bernama @uky_uki baru-baru ini viral di media sosial Twitter. Ia mengaku datanya sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona Covid-19 disebarluaskan di media sosial (medsos) usai berobat ke rumah sakit.

"Gua minta tolong banget sama temen-temen Twitter buat viralin thread ini, sejujurnya saat ini mental gua bener2 drop setelah terjadi kasus PEMBOCORAN DATA PASIEN Covid-19 dan DISANA ADA NAMA GUA. Sampe saat ini ada lebih dari 70 WA, ada telfon, ada DM IG menanyakan status gua apa," tulis Zul, pemilik akun tersebut seperti dikutip Suara.com, Rabu (25/3/2020).

Dalam foto tersebut terlihat ada beberapa nama pasien termasuk nama Zul terpampang. Bahkan ada seseorang yang sampai membuat status Whatsapp menggunakan foto berisi data pasien tersebut.

Dihubungi oleh Suara.com, Zul (26) bercerita bahwa pada 19 Maret lalu ia berobat ke klinik karena flu, batuk, dan demam. Kemudian ia dirujuk ke RSUD untuk pengecekan lebih lanjut yakni tes laboratorium dan rontgen.

"Dan karena saya pengguna aktif KRL makanya saya dapat status ODP. Sebelum ke dokter sudah bekerja di rumah lewat zoom meeting. Dan ketika meeting online tersebut saya batuk-batuk makanya atasan saya saranin berobat," kata Zul melalui pesan singkat.

Ia pun mengikuti saran dokter untuk mengisolasi diri selama 14 hari. Tibat-tiba pada 23 Maret 2020, sang kakak memberitahunya bahwa ia melihat ada unggahan pasien Covid-19 dan menemukan nama Zul di medsos, seperti Facebook dan status WhatApps.

Saat itu Zul mengaku juga baru mengecek ponsel dan mendapati banyak sekali chat yang menanyakan kebenaran berita tersebut.

"Bahkan saya sendiri tidak tahu menahu atas berita tersebut. Di sana lengkap nama saya dan alamat rumah saya," ungkap lelaki asal Ciampea, Kabupaten Bogor tersebut.

Ia pun membawanya ke polres setempat dan juga ke RSUD tempat ia berobat, namun hasilnya nihil. Bahkan pihak polres hanya bisa menunggu laporan spesifik dari Zul, namun ia sendiri masih belum bisa menemukan siapa dalang di balik penyebaran data tersebut.

"Sudah (ditelusuri), cuma semuanya bilang dari forward orang. Ada yang dapat dari status Facebook, ada yang dapet dari status WA. Sudah banyak tersebar dan sulit dicari sumbernya," kata Zul lagi

Bahkan setelah ia mencuitkan pengalaman tersebut di Twitter, masih banyak pihak tidak bertanggung jawab menyebarkan berita. Ia mengaku sangat syok dan menyulitkan keadaannya yang hanya tinggal bersama dengan sang kakak yang sedang hamil.

"Daritadi pagi kakak saya banyak ditanya-tanya oleh tetangga dan orang-orang sekitar, saya nggak bisa jelasin apa-apa dan hanya mengurung diri di kamar," sambungnya.

Zul menyebut akan tetap membawa masalah ini ke jalur hukum dan akan terus mengejar pihak Dinas Kesehatan agar ada pihak yang bertanggung jawab. Namun diakuinya hingga kini pihak Dinkes belum memberikan respons.

Meski sulit, ia berharap melalui cuitan di Twitternya dapat menjadi klarifikasi sehingga bisa membantu mengusut masalah yang sedang dihadapinya ini.

"Saya hanya minta tolong jika ada teman-teman yang bisa bantu menelusuri pembocoran tersebut, apalagi ini lingkup kecil hanya Dinas Kabupaten Bogor, semoga bisa segera terusut siapa dalang yang tidak bertanggung jawabnya," tandas Zul.


Sumber : Suara.com
Editor : Diko Eno
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini