|

Bayi di Pemakaman Desa Wajok Dirujuk ke Rumah Sakit, Begini Kondisinya

H. Aran Darajad menggendong Bayi yang di temukannya di Pemakaman Keluarga Besar LA-DAENG di Desa Wajok Hilir,Kecamatan Jongkat,Kabupaten Mempawah.[Suarakalbar/Diko Eno]
Mempawah (Suara Kalbar)- Dinas Sosial bersama Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Mempawah memberikan perhatian terhadap kasus temuan bayi di Tempat Pemakaman Keluarga Haji Muhammad Noer  (Daeng Cengge') Pemakaman Keluarga Besar LA-DAENG di Desa Wajok Hilir, Kecamatan Jongkat, Kabupaten Mempawah.

Pihaknya memastikan penanganan bayi laki-laki itu berjalan sesuai prosedur dan mekanisme yang ada.

“Tadi, saya dan KPAID Kabupaten Mempawah sudah melihat langsung kondisi bayi tersebut,” jelas Kepala Bidang Sosial, Heru Agung YA, Jumat (20/03/2020) sore.

Heru mengungkapkan, bayi malang yang ditemukan dalam kardus itu memiliki berat badan 2,4 kg, panjang badan 48 centimeter dengan suhu badan mencapai 37,5 derajat celcius.

Kondisi Bayi yang ditemukan di Wajok Hilir.[Suarakalbar/Dian Sastra]
Kondisi bayi tidak stabil lantaran saat ditemukan dalam kondisi memprihatinkan.

“Kondisinya demam. Maka, memperhatikan kesehatan bayi dirujuk ke RS Cempaka Pontianak untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut. Karena, sejak ditemukan bayi tidak memakai baju dan perlengkapan semestinya,” katanya.

Penemuan bayi di Tempat Pemakaman Keluarga Besar LA- DAENG di Desa Wajok Hilir, Kecamatan Jongkat, Jumat (20/03/2020) sekitar pukul 09.30 WIB menghebohkan masyarakat setempat. Bayi pertama kali ditemukan oleh H Aran Darajad, warga Jalan Kom Yos Soedarso Pontianak. Saat itu, Aran bersama ibunya sedang berziarah ke makam orangtuanya.

Kapolres Mempawah, AKBP Tulus Sinaga, mengungkapkan, mulanya tidak ada yang mencurigakan dari area pemakaman tersebut. Aran Darajad beserta ibunya tiba di area pemakaman sekitar pukul 09.00 WIB.

Selang 30 menit kemudian, mereka pun berniat meninggalkan area pemakaman dan menuju keluar untuk pulang ke rumah.

“Saksi mendengar suara tangisan bayi di area pemakaman. Namun, saat itu saksi mengira hanya suara kambing yang berkeliaran di area makam untuk mencari rumput. Apalagi ketika itu memang banyak kambing berkeliaran di area makam,” tutur Kapolres.

Namun, imbuh Kapolres, tak berselang lama saksi secara tidak sengaja melihat kaki bayi yang menjulur keluar dari dalam kotak kardus air mineral. Saat itu, kardus tersebut diletakkan di bawah papan plang nama Pemakaman Keluarga Haji Muhammad Noer.

“Saksi lantas mengecek isi kotak kardus tersebut. Dan ketika dibuka, memang benar ada bayi laki-laki dengan kondisi tali pusat masih menempel. Jadi, bayi ini kemungkinan baru dilahirkan dan langsung dibuang di area pemakaman itu,” tukasnya.


Penulis : Dian Sastra
Editor    : Diko Eno
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini