|

40 Warga Sanggau Kontak Langsung PDP Positif Covid-19 Hasilnya Negatif

Bupati Sanggau, Paolus Hadi bersama Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 saat konferensi pers di Posko Percepatan Penanganan Tanggap Darurat  Covid-19 Kabupaten Sanggau di Jalan Ahmad Yani Sanggau, Selasa (31/3/2020)

Sanggau (Suara Kalbar) – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sanggau telah melaksanakan rapid test terhadap 40 warga Sanggau, yang kontak langsung dengan seorang warga yang positif Covid-19, dan hasilnya 40 orang tersebut negatif Covid-19.

“Berkaitan dengan warga Sanggau yang kemarin saya sampaikan positif dan hari ini kita sudah melakukan cek menggunakan rapid tes terhadap 40 warga Sanggau, yang berhubungan langsung dengan bersangkutan dan hasilnya sudah keluar, hasinya semuanya negatif termasuk istri beliau,” ujar Bupati Sanggau, Paolus Hadi saat Konferensi Pers di Posko Percepatan Penanganan Tanggap Darurat Covid-19 Jalan Ahmad Yani Sanggau, Selasa (31/3/2020).

Di dalam konferensi pers tersebut dihadiri Kapolres AKBP Raymond M Masengi, Dandim 1204/Sanggau Letkol Inf Gede Setiawan, Kepala Dinas Kesehatan Sanggau Jones Siagian dan Kabid pencegahan BPBD Sanggau Rahmad Mulyadi.

Paolus Hadi mengharapkan masyarakat Sanggau dengan percepatan penanganan ini, informasi ini memberikan ketenangan untuk semua warga Kabupaten Sanggau.

“Yang bersangkutan sekarang mudah-mudahan hari ini sudah dikeluarkan dari ruangan isolasi,  nanti kita tunggu informasi lebih lanjut,” katanya.

Dia menjelaskan  ODP di Kabupaten Sanggau yang cukup banyak dan hari ini ada 850 orang dan sebelumnya 863 ODP. “Ini artinya berkurang karena ada yang sudah selesai menjalankan masa pemantauan karantina mandirinya,” ujarnya.

Banyaknya warga Kabupaten Sanggau yang masuk ODP, kata Paous Hadi,  karena banyak warga yang kembali ke kampung halamannya melaporkan diri ke petugas yang ada.

“Kita melakukan ini karena dulunya ada pedoman pencegahan dan penanganan COVID-19 yang pertama, ini diminta semua orang yang dari dareah terjangkit itu untuk melaporkan dirinya kalau datang, dan itu kita pertahankan,” paparnya.

Paolus Hadi menjelaskan walaupun sekarang sudah ada pedoman untuk pencegahan dan penanganan COVID-19 ini yang revisi ke empat.

“Kalau kita ikut pedoman yang revisi ini sebenarnya ODP Sanggau ini hanya 172 orang. Itu artinya yang 172 orang itu mereka yang ada gejala-gejala ringan yang kita kuatirkan, misalnya batuk kemudian filek, jadi itu yang betul-betul kita catat sebagai ODP yang ikut revisi yang ke empat ini dan itu terbanyak di Tayan Hilir,” katanya.

Ia mengatakan tapi yang sisanya itu adalah orang-orang yang memang datang ke Sanggau dari daerah terjangkit, dan kebanyakan adalah anak-anak kita pelajar atau mahasiswa yang pulang kampung.

“Asal terbanyak ODP atau masyarakat yang pulang ke Sanggau yaitu dari Pontianak 459 orang yang melaporkan diri, Jogja 61 orang, Singkawang 37 orang, luar negeri Malaysia karena mereka bekerja itu ada 137 orang, Amerika 1 orang, Hongkong 1 orang, Kamboja 1 orang, nah inilah mereka yang melaporkan diri,” jelasnya.

Paolus Hadi  menegaskan kepada masyarakat Sanggau memang kalau kita melihat data Sanggau diangap merah

“Nah saya minta kepada teman-teman untuk menjelaskan bahwa inilah bentuk kewaspadaan kita karena kita ikut pedoman yang pertama, dan kita tetap pertahankan itu ndak apa-apa kita dibilang banyak tapi kita tau mereka yang datang wajib melapor, itu yang kita pertahankan,” pintanya.

Penulis   : Cok
Editor     : Hendra

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini