Wisata Religi Bisa Jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi Kalsel

Editor : Redaksi
Kepala BI Kalsel, Amanlison Sembiring
Banjarmasin (Suara Kalbar) - Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan di 2020 diperkirakan mencapai sekitar 4,5 hinga 4,9 persen. Ini ditopang dari berbagai sisi, sesuai keadaan yang terjadi.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Selatan, Amanlison Sembiring, Rabu (12/2/2020) mengatakan, ada beberapa sisi perihal penopang ekonomi.

"Sisi permintaan konsumsi rumah tangga dan sebagaimana diketahui akan ada Pilkada, itu juga jadi penopangnya," terangnya.

Menurut Amanlison, penopang ekonomi dari komoditi kelapa sawit masih akan tetap diimbangi dengan Biodiesel 30 persen dari permintaan dalam negeri, meski permintaan dari luar negeri belum mengalami perbaikan.

Selain itu, potensi baik untuk pertumbuhan ekonomi baru bersumber dari wisata religi. Khususnya di Kalsel, dengan banyaknya ulama-ulama ternama menjadi daya tarik wisatawan dari dalam hingga di luar negeri. 

"Indonesia, khususnya Kalsel mestinya sudah bisa ke arah sana, apalagi setiap tahun rutin diadakan," tambahnya.

Salah satu yang menjadi contoh, yaitu peringatan haul ke-15 KH Muhammad Zaini Abdul Ghani atau terkenal dengan nama Guru Sekumpul.

"Wisata religi Indonesia bisa dikembangkan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru, dan ini harus didukung oleh seluruh stakeholder," pungkasnya.

Sumber: Metrokalimantan.com
Editor: Kundori

Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini