|

Wali Kota Singkawang Tanggapi Secara Cepat Terkait Oknum Guru Larang Murid Tonton CGM


Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie bersama Kapolres Singkawang, Ketua DPRD Singkawang, Ketua MUI KOta Singkawang, Ketua FKUB Kota Singkawang, serta para pihak lainnya melakukan pertemuan di Kantor Wali Kota Singkawang, Kamis (13/2/2020)
Singkawang (Suara Kalbar)-  Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie langsung melakukan tindakan cepat dengan mengumpulkan pihak terkait dengan viralnya video di media sosial terkait oknum guru yang melarang muridnya dan mendenda muridnya, lantaran menonton Cap Go Meh (CGM).

Orang  nomor satu di Kota Singkawang ini, langsung memangil oknum guru dan Kepala Sekolah, serta Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang, HM Nadjib, Sekretaris Dewan Pendidikan Kota Singkawang, Helmi Fauzi, Ketua PGRI Kota Singkawang, Jaka Kelana.

Juga menghadirkan Kapolres Singkawang, AKBP Prasetya Adhi Wibowo, Ketua DPRD Kota Singkawang, Sujianto,  Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Singkawang, Mukhlis AR, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Singkawang, Baharuddin, dan Kantor  Kementrian Agama Kota Singkawang.

“Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak, yang sudah sangat cepat menanggapi dengan beredarnya video yang beredar,  inilah tanda bukti Singkawang sebagai kota tertoleran,” ujar Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie di Ruang Rapat Wali Kota Singkawang, Kamis (14/2/2020).

Menurut Tjhai Chui Mie, dengan hadirnya semua pihak untuk menanganggapi di beredarnya video di media sosial, dan mengimbau masyarakat Kota Singkawang tidak membuat share untuk membuat gaduh masyarakat, dengan menjaga harmonisasi di Kota Singkawang.

“Disiplin ASN akan menjadi masalah internal kami,  dan akan kami selesaikan. Kami mengimbau masyarakat Kota Singkawang untuk menjaga persatuan dan kesatuan,  dengan dasar ideologi kita Pancasila dan NKRI harga mati bisa kita jaga  dengan baik dan kota tertoleran bisa kita dapatkan,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Ketua MUI Kota Singkawang, Mukhlis AR mengatakan pihaknya sangat mendukung Singkawang menjadi kota tertoleran se Indonesia dan harus dipertahankan.

“Imbauan yang dilakukan baik itu dalam hal keagaman dan kenegaraan  selalu menekankan untuk sikap toleransi antar hidup umat beragama, khususnya di Kota Singkawang,” katanya.

Dia mengatakan perlunya membina kehidupan yang penuh kedamaian dan ketentraman beragama di Kota Singkawang.

“Kalau ada hal yang berkenaan pemahaman keagamaan dalam hal ini Islam, yang  pertama kita lakukan adalah dengan tabayyun atau  bertanya langsung degan ahlinya,” katanya.

Berkaitan dengan Agama Islam, kata Mukhlis, maka ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang nantinya akan dibahas sehingga mendapatkan informasi dan pemahaman yang benar.

Mukhlis menjelaskan, jika berhubungan dengan ketentraman dan keamanan maka dalam hal ini Kapolres.

“Kita akan hidup damai dan tenteram setiap tahun selalu berkomunikasi dengan Wali Kota Singkawang, dan memang terjadi perbedaan pemahaman, tapi itu memberikan pelajaran dan pemahaman agar semua orang tahu tentang toleransi,” katanya.

Dia menegaskan dengan berkumpulnya para pihak terkait, maka masalah tersebut sudah clear atau tidak perlu dipermasalahkan lagi.

Kapolres Singkawang, AKBP Prasetyo Adhi Wibowo dan Ketua FKUB Kota Singkawang, Baharuddin juga memberikan pengarahan terkait permasalah tersebut.

Penulis :  Tim Liputan
Editor   : Hendra

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini