PT RIM Mulai Operasikan WP 13 dan 14 Site Air Upas
![]() |
| PT Ratu Intan Mining (RIM) pemenang tender sebagai suplayer kotraktor utama PT Cita Mineral Investindo (CMI) Tbk mulai melakukan operasi yakni beberapa rangkaian pekerjaan penambangan di area Washing Plant (WP) 13 dan 14 Site Air Upas mulai beroperasi Washing Plant (WP) 13 dan 14 Site Air Upas, Senin (17/2/2020) |
Ketapang (Suara Kalbar)- PT Ratu Intan Mining (RIM) pemenang tender sebagai suplayer kontraktor utama PT Cita Mineral Investindo (CMI) Tbk mulai melakukan operasi yakni beberapa rangkaian pekerjaan penambangan di area Washing Plant (WP) 13 dan 14 Site Air Upas.
Pelaksanaan operasi ini pasca pemenang lelang end to end eksploitasi tambang bijih bauksit di Kecamatan Air Upas, Ketapang tiga bulan yang lalu.
“Kami menyiapkan sarana dan prasarana pengoperasian WP sebagai tempat pencucian bijih bauksit,” ujar Manager Humas PT RIM, Adrianus Adus, Senin (17/2/2020).
Dia mengatakan bahwa saat ini PT. RIM melakukan percepatan semaksimal mungkin dari pembenahan jalan, waduk penampungan air, pembuangan limbah hingga pemindahan stock pile atau persediaan material tambang selama enam tahun yang lalu di area pencucian bijih bauksit.
“Kami mentargerkan hari ini proses pemindahan harus selesai, dan terus melakukan percepatan pelaksanaan persiapan penambangan termasuk pemindahan stock pile material hasil penambangan 6 tahun yang lalu,” katanya.
Dia menjelaskan, disebabkan posisinya tepat dibawah pencucian dengan jumlah yang banyak, perlu
kurang lebih tiga hari untuk proses pemindahan karena akan menghalangi proses pencucian material baru yang akan ditambang kedepannya.
Menurutnya, guna meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat PT. RIM sudah menyerap tenaga kerja lokal sebanyak kurang lebih 85 persen dari total tenaga yang dibutuhkan.
Kapolres Ketapang melalui Kabag Operasi Polres Ketapang, AKP Medianto mengatakan bahwa pengawalan dilakukan disebabkan ada pihak yang kurang puas dengan proses penambangan dan perjanjian, dengan kontraktor sebelumnya.
“Sebanyak 34 personil Kepolisian Resort Ketapang, Kepolisian Sektor Marau dan Polsubsektor Air Upas,” katanya.
Medianto juga berharap agar masyarakat bisa memahami bahwa pengawalan ini guna menjaga pihak investor, serta masyarakat setempat yang bekerja agar dapat melakukan aktifitasnya dengan suasana kondusif.
“Jika ada permasalahan saya berharap agar semua pihak tidak bertindak anarkis, namun melakukan penyelesaian persoalan melalui prosedur hukum yang berlaku, namun yang lebih penting mudah – mudahan persoalan ini segera diakhiri,” katanya.
Menurutnya, kegiatan persiapan penambangan dan pengoperasian WP 13 dan 14 berjalan lancar dan kondusif.
Penulis : Tim Liputan
Editor : Hendra






