|

Polisi Lumpuhkan Pelaku Jambret Dengan Timah Panas Lantaran Melawan


Kasatreskrim Polres Singkawang AKP Tri Prasetyo (tengah) didampingi Kasubbag Humas Polres Singkawang, AKP Marwin (kiri) dan Kanit I Pidum Satreskrim Polres Singkawang, IPTU Samsudin (kanan) menunjukan barang bukti pelaku jambret TKL di lebih sepuluh TKP saat press release di Mapolres Singkawang, Selasa (11/2/2020) 

Singkawang
(Suara Kalbar)- Petugas Satreskrim Polres Singkawang terpaksa melumpuhkan secara terukur dengan menggunakan timah panas, terhadap kaki tersangka curas  lebih sepuluh TKP di Kota Singkawang,  Tjen Ket Loi (TKL) alias Aket, 25, lantaran melawan ketika hendak ditangkap petugas di Ledo, Kabupaten Bengkayang pada Minggu (9/2/2020).

“Banyak sekali TKP yang dilakukan pelaku, dan pengungkapkan ini bermula saat kita menemukan penadah dari kasus terjadinya jambret pada 26 Desember 2019 silam di Jalan Raya Kali Asin,” ujar Kapolres Singkawang, AKBP Prasetyo Adhi Wibowo melalui Kasatreskrim Polres Singkawang, AKP Tri Prasetyo saat press release di Mapolres Singkawang, Selasa (11/2/2020).

Dari hasil pengembangan barang bukti ditangan penadah inilah, kemudian petugas bergerak melakukan pengejaran terhadap tersangka yang saat itu berada di Ledo Kabupaten Bengkayang.

Tidak berada lama Tim Opsnal berhasil melakukan identifikasi keberadaan pelaku, dan kemudian melakukan penangkapan. Namun pelaku melakukan perlawanan terhadap petugas.

“Setelah kita lakukan pengembangan dan tersangkanya berusaha kabur, untuk menyelamatkan nyawa tersangka dan petugas dalam penangkapan tersebut, maka terpaksa petugas melakukan  tindakan tegas terukur,” kata Tri Prasetyo.

Berdasarkan Laporan Polisi, kata Tri Prasetyo, ada enam LP, namun berdasarkan pengembangan dan pengakuan tersangka bahwa jumlah TKP yang dilakukan tersangka lebih dari 10 TKP, bahkan pelakukan melakukan aksinya hingga menjelang Cap Go Meh.

Modus operandi yang dilakukan tersangka ketika hendak menyasar korban yaitu melakukan patroli atau berkeliling menggunakan sepeda motor, kemudian ketika mendapatkan momen ada korban perempuan yang melintas maka pelaku melakukan aksinya.

“Pelaku melakukan penjambretan ketika melihat tas yang dicantolkan ke lengan, dan pelaku melakukan aksinya dengan mengambil tas korban dari arah belakang menggunakan sepeda motor, kemudian melarikan diri,” katanya.

Tri Prestyo menegaskan bahwa pelaku disangkakan dengan Pasal 365 ayat (1) ayat (2) ke-1 KUHPidana lantaran melakukan pencurian dengan kekerasan, maka diancam pidana 12 tahun penjara.

Tidak hanya pelaku jambret dengan kekerasan TKL yang diamankan petugas, pelaku  penadah hasil jambret, YL juga diamankan petugas untuk menjalani proses hukum.

Tersangka TKL (25), mengaku bahwa dirinya melakukan aksi penjambretan lebih dari sepuluh TKP dan dari hasil penjambretan digunakan untuk judi.

Penulis : Gusti
Editor   : Hendra

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini