Moeldoko Saksikan Pelantikan Tjhai Chui Mie Jadi Ketua HKTI Kota Singkawang

Hendra YS

Ketua DPN Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dan juga Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko menyaksikan pelantikan Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie menjadi Ketua HKTI Kota Singkawang periode 2020-2025 di Ruang Balairung Kantor Wali Kota Singkawang, Jumat (14/2/2020)

Singkawang (Suara Kalbar)- Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) yang juga Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) DR. H. Moeldoko, S.I.P menyaksikan pelantikan Ketua Dewan Pimpinan Kota (DPK) HKTI Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, dan jajaran pengurus lannya masa periode 2020-2025 di Ruang Balairung Kantor Wali Kota Singkawang, Jumat (14/2/2020).

Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) HKTI Provinsi Kalbar, Edy Suyanto setelah usai memberikan bendera pataka HKTI, langsung membacakan nama-nama kepengurusan dan melantik Pengurus HKTI Kota Singkawang.

“Kalau lahan di Singkawang dan Kalbar masih sangat luas, dan juga jangan menggunakan pupuk berlebihan dan peptisida berlebihan, karena lahan disini subur,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI Jenderal TNI (Purn) Moeldoko.

Dia menjelaskan, kalau di Pulau Jawa satu hektare sewanya Rp 12,5 juta dalam satu tahun, sehingga produksi harus menjadi lebih keras.”Ini juga terkait permodalan, dan petani terkait permodalan, mudah-mudahan disini tidak,” katanya.

Permodalan itu bisa saja kredit usaha rakyat, kata Moeldoko, dan tentu kita galkakkan dengan riset atau perubahan peningkatan produksi. “Pertanian ada riset, namun tidak bisa diaplikasi dengan baik dan disinilah HKTI sebagai jembatan,” katanya.

Moeldoko menyarankan pengurus HKTI untuk berbagi ilmu manajemen yang bisa diberikan kepada petani termasuk dalam teknologi pertanian.”Persoalan pasca panen, yaitu selesai panen bingung siapa yang membeli atau bahkan dua minggu sebelum panen sudah dijual, yang akhirnya dijual agak murah,” ujarnya.

Menurutnya, harus dicarikan jalan keluar bagi para petani. “Singkawang berbatasan dengan Malaysia, melalui Sambas atau Aruk, maka ini adalah peluang pasar,” katanya.

“Singkawang punya branding dan ini sudah ada sejak dulu, semua orang sudah kenal Singkawang,
maka tidak terlalu sulit untuk mendorong para petani mendorong hal-hal produktif, dan bahkan Singkawang pusat jajanan nasioal,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Ketua DPP HKTI Provinsi Kalbar, Edy Suyanto mengatakan pihaknya berterima kasih kepada Ketua DPN HKTI yang menyaksikan pelantikan, ditengah kesibukan beliau yang sangat padat.

Dia menyampaikan selamat dan sukses kepada pengurus yang baru dilantik. “Kami sangat meyakini ibu dapat menjalankan tugas sebagai Ketua HKTI Kota Singkawang,” katanya.

Menurut Edy Suyanto, diberbagai kesempatan Ketua DPN HKTI mengatakan bahwa HKTI harus menjadi jembatan antara petani dan stakholder, antara petani dengan perbankan.

“Kami yakin ibu Tjhai Chui Mie, mampu melaksanakan amanat dan mampu mengkolaborasikan semua stake holder,” pintanya.

Edy mengatakan bahwa semua pihak patut berbangga, karena salah satu ide Wali Kota Singkawang yang menyediakan infrastruktur yang lengkap atau korporasi yang tidak kaleng-kalengan, yaitu dimulai dengan pusat oleh-oleh dan jajanan HKTI, yang sekaligus untuk mempromosikan.

Ketua DPK HKTI Kota Singkawang yang sekaligus Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie mengatakan sebagai negara agraris, sebagian besar rakyat Indonesia adalah insan tani yang menjadi tulang punggung dalam mewujudkan kesejahteraan umum.

“Pertanian merupakan sektor penting dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional, dengan sasaran pembangunan pertanian yang meliputi peningkatan produksi, kapasitas dan penghasilan insan tani secara berkelanjutan,” katanya.

Penulis : Tim Liputan
Editor   : Hendra

Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini