|

Melalui Asisten II Setda Natuna, Pemerintah Daerah Natuna Apresiasi Pada KKP


Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Setda Natuna, Tasrif Amran. 


Natuna (suarakalbar) - Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, akan menggunakan dana hibah Jepang untuk pengembangan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Natuna.

Langkah ini diambil setelah proses perencanaan pembangunan SKPT mengalami kemajuan dan menyedot Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) cukup banyak.

“Kami ingin menyampaikan, proses perencanaan pembangunan SKPT mengalami banyak kemajuan, khususnya setelah anggaran APBN banyak dikeluarkan untuk di Selat Lampa”.

Demikian dijelaskan Mahrus, Kasubdit Kelembagaan dan Perlindungan Nelayan KKP, pada Sosialisasi dan Konsultasi Publik Studi Amdal Rencana Pembangunan Pasar Ikan SKPT. Berlangsung di Hotel Natuna, Rabu 12 Februari 2020.
Kasubdit Kelembagaan dan Perlindungan Nelayan KKP, Mahrus

Perjanjian hibah ditandatangani pada tahun 2018 lalu. Proses tender sudah dilakukan, salah satunya menyiapkan dokumen Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

“Peluang pembiayaan diluar APBN, untuk pembangunan SKPT Natuna dilanjutkan melalui anggaran hibah Jepang, perjanjian hibah telah ditandatangani pada tahun 2018”.

Kemudian kata Mahrus, akan dibangun pasar ikan di Ranai. Hal ini telah melalui proses penelitian tim konsultan Jepang. Lokasinya sangat potensial, berada pada titik perekonomian yang bisa berkembang cepat.

Sosialisasi ini merupakan bagian untuk mendapatkan izin lingkungan. Proses penyusunan AMDAL ditargetkan rampung dalam 4 bulan.

“Bulan April perencanaan DED, rencananya selama 6 bulan. Sehingga nanti masuk proses konstruksi bulan september”.

Pengucuran anggaran dilakukan secara tahun jamak (multi years). Targetnya akan tuntas pada tahun 2022 mendatang.

Giat dibuka secara resmi oleh Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Setda Natuna, Tasrif Amran. Dalam sambutannya ia mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi KKP, telah memperhatikan sektor Perikanan Natuna.
Tamu Undangan

“Pemkab Natuna mengapresiasi dan berterimakasih kepada KKP yang memberi perhatian dalam pembanguann perikanan natuna. Semoga melalui pembangunan pasar ikan diharapkan aktifitas perekonomian meningkat”.kata Tasrif

Lanjutnya, SKPT merupakan penyangga harga jual ikan di Natuna, akan membawa dampak perubahan ekosisitem pantai di kawasan itu.

“Dalam realisasi harus bijak dan menimbang segala dampak, sehingga saran dan kritik dibutuhkan dalam menyusun dokumen Amdal. Saya harap peserta memberi sumbang saran dan pikiran”, ucapnya mengakhiri.

Konsultasi publik dihadiri Kabid Perikanan Tangkap DKP Provinsi Kepri, Relawan Zai. Kadis Perikanan Natuna Zakimin, FKPD, dan undangan lainnya.


Liputan : Imam
Editor : Kundori 


Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini