SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda News John Hendri Jabat Kadis BMSDA

John Hendri Jabat Kadis BMSDA

John Hendri

Sanggau (Suara Kalbar)– Bupati Sanggau, Paolus
Hadi resmi melantik tujuh pejabat eselon II di lingkungan Pemkab Sanggau, Kamis
(13/2/2020) di aula lantai I kantor Bupati Sanggau.

Dari tujuh yang dilantik tersebut, satu di
antaranya adalah John Hendri yang dilantik menjadi Kepala Dinas Bina Marga dan
Sumber Daya Air (SDA) Kabupaten Sanggau.

Sebagai pejabat yang baru dilantik, John
mengaku akan memfokuskan pada tiga hal, sesuai yang menjadi arahan Bupati
Paolus Hadi.

“Ada beberapa yang menjadi fokus, paling tidak
untuk beberapa bulan kedepan. Terutama jalan dalam kota itu juga perlu ada
penanganan. Walaupun kita tahu statusnya adalah provinsi maupun pusat. Tapi
kalau di depan mata kita ada jalan yang berlubang, tak mungkin juga kita
biarkan. Minimal ada penanganan darurat,” ujar John ditemui wartawan usai
pelantikan.

Kedua, John mengaku sudah mendapat laporan
dari beberapa kecamatan, ada jembatan yang putus, seperti di Kecamatan Bonti.

“Segera kita lakukan cek lapangan, seperti
apa. Kalau itu harus melalui APBD kita lakukan, tapi kalau sekiranya bisa kita
kerjasamakan dengan perusahaan yang ada di situ, bisa kita sinergikan, sehingga
penanganan ini tak mesti menunggu dana pemerintah,” terangnya.

Selanjutnya yang menjadi fokus John adalah
Bendungan Merowi di Kecamatan Kembayan.

“Saya kira itu juga disampaikan para petani
kita di Kembayan. Kita tahu bahwa bendungan itu dikatakan masyarakat sudah
tidak berfungsi karena sudah sekian lama. Tapi begitu kita konfirmasi ke
provinsi ternyata itu masih kewenangan pusat. Ini yang perlu kita telusuri,
sejauhmana kewenangan itu. Kalau sekiranya kewenangan itu masih betul-betul di
pusat, tidak diserahkan, ataupun diserahkan kepada provinsi, mari sama-sama
sinergi,” bebernya.

John mengatakan bendungan itu dulunya sangat
potensial. Ada 1640 hektar sawah di sekitar bendungan tersebut. Namun seiring
tak berfungsinya bendungan itu, lambat laun lahan yang tadinya basah mengering.

“Sudah mulai kering inilah menjadi tantangan
kita kedepan. Masyarakat kalau tanah kering akan tanam sesuatu, apakah sawit
atau karet. Ini kan sudah tidak benar juga. Tapi itulah dampak negatif
bendungan Merowi ini yang dulunya pernah jaya, sekarang sudah tak berfungsi.
Sekarang saya berupaya akan menelusuri lagi. Kalau memang harus ke pusat, bisa
bantu kita akan ke pusat,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, John juga menjelaskan
kebersediaannya menjadi Kadis Bina Marga dan SDA. Padahal dalam open bidding
sebelumnya, tak seorang pun yang mendaftar jabatan tersebut.

“Kalau namanya organisasi itu namanya kita mau
kemana tidak ada masalah. Yang penting ada kemauan. Kalau sekiranya memikirkan
takut, saya kira juga ndak pas. Saya punya prinsip juga kalau sudah diberikan jabatan,
artinya kita sudah siap dengan tantangan,” jelasnya.

Selain itu, yang tak kalah penting kata John
adalah kerjasama yang baik.“Kenapa harus takut.Toh di bawah kita ada beberapa
lapis, ada Kabid, Kasi. Yang penting on the right track. Kemudian komunikasi.
Itu paling penting. Baik dengan jajaran sesama kita, maupun level-level
lain,”pungkasnya.

Penulis : Cok

Editor  
: DD

Komentar
Bagikan:

Iklan