|

Gerindra: Polemik BPJS Kesehatan Lebih Penting dari 600 WNI Eks ISIS

Petugas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan memberikan informasi kepada warga. Foto :ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Jakarta (Suara Kalbar)- Wakil Ketua Umum Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad menilai wacana pemulangan WNI eks anggota ISIS harus dikaji secara mendalam. Menurut dia, ada persoalan yang lebih penting dan harus diprioritaskan pemerintah.

Dia menyoroti pentingnya pencegahan penyebaran virus Corona dan kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

"Pemerintah sekarang menurut saya lebih harus lebih banyak berkonsultasi bagaimana mencegah virus Corona yang sekarang ini sudah merebak di mana-mana dan masih juga tuntutan sebagian rakyat kecil yang minta penurunan BPJS, itu yang paling penting menurut saya," kata Dasco di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin 10 Februari 2020.

Dia mengatakan pendataan WNI eks ISIS bisa saja dilakukan dengan kajian sangat mendalam lebih dulu. Sebab, mereka yang direkrut tak hanya kepala keluarga tapi sekeluarga.

"Juga biasanya sudah direkrut dan juga kemudian mengalami pelatihan-pelatihan yang kita juga harus mengkaji lebih dalam. Apakah kemudian bijaksana kalau kita kemudian mengambil langkah-langkah, yang menurut kita perlu didalami lagi," jelas Wakil Ketua DPR itu.

Sebelumnya,  rencana memulangkan 600 WNI eks simpatisan ISIS ke Tanah Air menuai kontroversi. Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid menyatakan belum ada keputusan final mengenai rencana pemulangan itu.

Dia menyebut pihak Kementerian Agama pun belum diajak berkoordinasi dengan pihak terkait seperti Badan Nasional Penanggulangan Terorisme terkait pemulangan 600 WNI. Zainut bahkan menyebut ada potensi ancaman dari 600 WNI tersebut.

"Yang pasti dari pemerintah sendiri belum ada kata final untuk menentukan kata final, apakah yang terlibat di ISIS itu dipulangkan apa tidak," kata Zainut.

Sumber : VIVAnews.com
Editor : Diko Eno
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini