Sidang Kasus Dugaan Karhutla, Suparman : Kita Akan Ajukan Pembelaan

Suarakalbar
Ilustrasi Berladang bukan Kejahatan.
Pontianak (Suara Kalbar)- Kasus dugaan pembakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melibatkan petani kembali digelar di Pengadilan Negeri Pontianak. Sidang kali ini beragendakan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum.

Bahwa Jaksa Penuntut Umum dalam requisitoir nya No.Reg. Perkara: PDM-305/Ponti/10/2019, menuntut terdakwa dengan tuntutan pidana penjara selama 10 bulan dikurangi masa tahanan, karena dianggap telah terbukti melanggar pasal 188 KUHP sebagaimana tertuang dalam surat dakwaan kedua.

Menurut Suparman , LBH Pontianak selaku kuasa hukum Terdakwa, menyampaikan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) tersebut dianggap terlalu berat karena tidak mencerminkan rasa keadilan bagi terdakwa yang notabenenya adalah seorang petani yang sudah berusia lanjut.

"Meskipun demikian kami selaku kuasa hukum tetap menghormati dan menghargai tuntutan JPU karena hal tersebut menjadi domain JPU dalam melakukan penuntutan siapapun tidak boleh mengintervensinya.

Atas tuntutan JPU tsb Kami selaku kuasa hukum akan mengajukan pembelaan (pleidoi) karena berdasarkan fakta yng terungkap dalam persidangan, surat dakwaan yg disusun jaksa tidak ada yang terpenuhi," katanya.

"Salah satunya adalah mempersoalkan tuntutan 10 bulan berdasarkan Pasal 188 KUHP , dimana salah satu unsur pasalnya adalah menimbulkan bahaya untuk umum, bahayanya dimana saksi yg dihadirkan oleh JPU sndiri tdk keberatan tehadap kebakaran padahal rumah saksi tersebut berada disamping tempat terjadinya kebakaran," bebernya.

 Tuntutan jaksa tersebut tidak hanya melukai Terdakwa yang seorang petani, tetapi juga melukai para petani petani yg kebiasaanya membakar sampah dilahannya.

"Tuntutan 10 bulan penjara tsb tidak sebanding dengan perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa, jika memang membakar tumpukan bongkahan kayu/sampah yang menjadi indikasi sarang ular dan luas yg terbakar juga hanya 10 x 20 m2 memang melanggar hukum, pantaskah dtuntut 10 bulan?," jelasnya.

Kekesalan juga disampaikan oleh anak Terdakwa, yakni Sarbini, menyampaikan tuntutan JPU  10 bulan atas orang tuanya itu sangatlah memberatkan. Karena apa yg dilakukan bapaknya bukan bermaksud untuk menyebabkan kebakaran dan menimbulkn keresahan bagi masyarakat ,bahkan Terdakwa selain sudah usia lanjut juga sering mengalami sakit sakitan ketika dalam masa tahanan.

"Harusnya ini juga dipertimbangkan oleh jaksa tapi meskipun demikian dirinya menghormati dan menghargai  atas tuntutan JPU ttersebut," ungkapnya.

Dirinya berharap kedepannya smg tdak ada petani yng mengalami nasib yng sama sperti orang tuanya itu.

Rilis
Editor : Diko Eno
Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini