Sebanyak 43 Calon Investor Tinjau Langsung Lahan Bandara Singkawang

Hendra YS
Sebanyak 43 calon investor mendengarkan pemaparan Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie saat site visit di lokasi lahan Bandara Singkawang di Kelurahan Pangmilang Kecamatan Singkawang Selatan, Kamis (16/1/2020)
Singkawang (Suara Kalbar)- Sebanyak 43 calon investor tiba di Kota Singkawang untuk melakukan peninjauan lapangan atau site visit  Bandara Singkawang di Kelurahan Pangmilang Kecamatan Singkawang Selatan, Kamis (16/01/2020).

Kedatangan para calon investor ini selain dari Indonesia juga berasal dari beberapa negara lainnya seperti China, Singapura, Jepang, dan Malaysia.

“Kedatangan para calon investor ini dari beberapa negara selain Indonesia ada juga China, Malaysia, Taiwan, Singapura dan beberapa negara lainnya,” ujar Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie.

Menurutnya, saat ini sudah mengalami kemajuan sejak dari market sounding di BKPM (Badan Koordinasi  Penanaman Modal) Jakarta pada bulan Oktober 2019 lalu.

“Jadi pada Januari ini, calon investor yang ikut market sounding kemarin sekarang datang ke Kota Singkawang untuk melihat secara langsung lokasi Bandara Singkawang  yang saat ini sudah clear and clean dengan luas sekitar 151,45 hektare,”

Tjhai Chui Mie mengatakan bahwa lahan tersebut merupakan yang besertifikat hak pakai. “Adanya kegiatan hari ini, ada proses untuk membentuk konsorsium membentuk PT Badan Usaha Bandara Udara, yang terdiri dari investor, operator dan kontraktor,” katanya.

“Kita targetkan pada 2021 sudah mulai kontruksinya dan satu setengah tahun bisa selesai atau pada 2022, maka kita targetkan selesai pembangunannya,” ujarnya

Pihak Calon Investor dari China, Adon Liu mengatakan pihaknya berminat bekerjasama dengan untuk pembangunan Bandara Singkawang. “Tapi kami masih menunggu penyampaian dari Bu Wali Kota, termasuk sistem benefitnya dan segalanya, kalau sudah fik (cocok-red), maka kami akan minta bantuan dari China Kontruksi,” katanya.

Menurutnya saat ini pihaknya masih melihat tahapan diantaranya kebijakan pemerintah serta aturannya.”Jadi ini belum bisa disampaikan semuanya, karena masih ada pembahasan seperti apa kelanjutannya,” ujarnya.

Investasi yang dilakukan China, kata Adon Liu, juga sesuai dengan program Belt and Road Initiative (BRI) oleh Presiden China, Xi Jinping, agar perdagangan dunia lebih mudah, dan secara regional maka fokusnya ke Asia dan negara-negara yang tergabung dalam ASEAN.

Menurutnya, program investasi pembangunan infrastruktur juga sejalan dengan Presiden RI, Jokowi yang terus mendorong investasi dan poros kemaritiman.

Senada juga disampaikan calon investor dari Jepang yang mengaku pembangunan Bandara Singkawang menjadi perhatian bagi pihak mereka.

“Untuk perusahaan Jepang, konsen pembangunan bandara dengan melihat level air tanah dan disini cukup tinggi, tentu menjadi perhatian khusus,” ujar Isao Hata, calon investor dari Jepang.

Potensi yang dilakukan diantaranya apakah dengan level tinggi air tanah, bisa memecah beton atau tidak, selain itu juga menyoroti akses masuk untuk pembangunannya.

“Nanti ada tim mengenai keseluruhan di Singkawang, kita akan pelajari terus, dan akan kita rapatkan terlebih dahulu, investasi bukan hanya bandara saja namun juga investasi pendukung di Kota Singkawang,” katannya.

Kunjungan para investor dari berbagai negara itu juga, dihadiri Pangdam XII Tanjungpura, Mayjend TNI Muhammad Nur Rahmad dan Kapolda Kalbar, Irjend Pol Didi Haryono serta staf dari Kementrian Perhubungan RI.

Penulis : Gusti
Editor : Hendra


Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini