|

17 Paket Proyek di Sekadau Kena Denda


Jembatan Sungai Kapar di Desa Sungai Ringin, satu diantara proyek yang dikenai denda karena terlambat pengerjaannya
Sekadau (Suara Kalbar) - Sebanyak 17 Paket Proyek di Kabupaten Sekadau dikenai sanksi denda lantaran tidak dapat menyelesaikan pekerjaan tepat waktu pada Desember 2019 lalu.

Adapun pekerjaan ini tersebar di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Nanga Mahap, Nanga Taman dan Sekadau Hilir, diantaranya empat merupakan paket PL dan 13 paket lelang.

 “Dari 600 paket pekerjaan tahun anggaran 2019 di PUPR Sekadau terdapat 17 paket tidak selesai dan dilanjutkan pada awal tahun 2020 ini,” ujar Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sekadau, Achmad
Suryadi, Senin (20/1/2020).

Ia mengungkapkan banyak faktor yang menyebabkan beberapa pekerjaan tertunda, diantara karena faktor banjir bandang pada awal Desember lalu.

Terkait hal ini, Dinas PUPR Kabupaten Sekadau tidak serta merta memutus pekerjan karena dalam Perpres Nomor 16 Tahun 2018, diperbolehkan memperpanjang masa pengerjaan dengan catatan kontraktor akan di sanksi denda keterlambatan kepada penyedia dan perpanjangan jaminan pelaksanaan pekerjaan.

Dengan adanya kebijakan denda tersebut, kata Suryadi, agar kedepan ada pembelajaran bagi kontraktor untuk tepat waktu menyelesaikn pekerjaan.

Menurutnya ini terbukti dari 17 paket pekerjaan yang kena denda, 10 diantaranya sudah selesai dan 7 tinggal finishing.

"Terkait keterlambatan ini, ada aturan yang membolehkan pekerjaan diperpanjang namun tentu semakin lama ia mengerjakan semakin besar pula sanksi denda yang dikenakan kepada kontraktor," katanya.

Untuk denda sendiri, suryadi mengatakan ada yang sampai ratusan juta Rupiah dan semuanya di setor ke bank untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan.

“Hingga saat ini pihak PUPR terus memantau sisa proyek yang belum diselesaikan,” katanya.

Penulis : Tambong Sudiyono
Editor : Hendra

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini