|

Laksanakan Ritual Adat, Perkara Aksi Pemagaran PT. TBS Selesai

Bersalaman, Jerry H (kiri) perwakilan pihak Manajemen PT. TBS, Kasianus Herman Ik (kanan) perwakilan Pengurus KSU-BEM usai Ritual Adat Penyelesaian Perkara Aksi Pemagaran PT. TBS
Sanggau (Suara Kalbar) - Aksi pemagaran poros jalan akses masuk ke PT. Tayan Bukit Sawit (TBS) pada hari Rabu, 1 Januari 2020 lalu, oleh KSU-BEM serta Unit Usaha Otonom (UUO) Mitra Merowi dan Bih Dohik Banonk yang tidak berkoordinasi dan berkomunikasi dengan Pemangku Adat Desa Tanjung Merpati-Kembayan Kota, serta pagar yang telah diritualkan secara sepihak dibongkar oleh Saudara Abdul Haris, Anggota TNI BKO di PT. Tayan Bukit Sawit (TBS) tanpa berkoordinasi dan berkomunikasi dengan pihak KSU-BEM dan Unit Usaha Utonom (UUO) yang terlibat di dalamnya, diselesaikan secara adat. Penyerahan adat dan Ritual Adat Penyelesaian Perkaranya digelar di rumah Lukius Anin Temenggung Tatei Jabu Kembayan Kota, Selasa (7/1/2020) sore.

Dijelaskan oleh Sekretaris Dewan Adat Dayak (DAD) Kecamatan Kembayan Drs. Yosep, atas aksi pelecehan Pemangku Adat dan Rukun Adat tersebut, sesuai dengan hasil putusan musyawarah/mufakat adat antara KSU-BEM, DAD, Temenggung dan Manajemen PT. TBS, serta dihadiri unsur Forkompimcam Kembayan, yang dilaksanakan pada tanggal 3 Januari 2020 di ruang pertemuan PT. TBS, dengan keputusan masing-masing pihak dikenakan sanksi adat Pulangkah Pungkaba/Pelecehan Pemangku Adat sebesar Dua Belas Buah Lengkap senilai Rp4.500.000,- diisi oleh KSU-BEM. Pulangkah Pungkaba/Pelecehan Rukun Adat dan adat-istiadat masyarakat Dayak Kecamatan Kembayan sebesar Satu Kati Panik senilai Rp.8.000.000,-, serta pengembalian biaya ritual adat Pomang Pagar senilai Rp4.000.000,- diisi oleh Abdul Haris.

Dalam kesempatan tersebut, Yoseph Andi,SP Ketua DAD Kecamatan Kembayan memberikan nasehat adat, agar para pemangku kepentingan yang berselisih paham agar mengedepankan musyawarah mufakat menyelesaikan masalah.

"Saya harapkan para pihak mengedepankan koordinasi dan komunikasi baik dalam berinvestasi atau hal lainnya untuk memecahkan dan menyelesaikan persoalan," pesannya.

Senada dengan hal tersebut, berkaitan dengan penyelesaian adat,  kepada para pihak Lukius Anin Temenggung Tatei Jabu Kembayan Kota menyampaikan, apabila terjadi kesalahpahaman antara KSU-BEM dan PT. Tayan Bukit Sawit (TBS) berkaitan dengan pola kemitraan agar kedua belah pihak mengedepankan koordinasi dan komunikasi. Dan bagi saudara Abdul Haris (anggota TNI BKO) PT. Tayan Bukit Sawit (TBS) dan semua elemen masyarakat yang beraktivitas di PT. Tayan Bukit Sawit (TBS), agar menghormati Rukun Adat, Adat-Istiadat dan Hukum Adat Dayak Kecamatan Kembayan sebagaimana disimbolkan melalui tugu adat simpang jalan poros masuk PT. Tayan Bukit Sawit (TBS) Dusun Seberang, Desa Tanjung Merpati, Kecamatan Kembayan.

Di akhir acara, Kasianus Herman Ik perwakilan Pengurus KSU-BEM dan Jerry H perwakilan pihak manajemen PT. TBS dihadapan pengurus dan tokoh lembaga adat yang ada, sama-sama menyampaikan permohonan maaf atas kesalahan yang terjadi berkaitan dengan aksi pemagaran di jalan poros PT. TBS Kembayan. Para pihak tersebut berjabat tangan sebagai tanda permasalahan sudah selesai.

"Kami mohon maaf, dan segala permasalahan yang ada sebagai 'bumbu' dalam sebuah kemitraan," ucap Jerry.

Penulis: Niko
Editor : Diko Eno
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini