|

Kelompok 10 KKM FISIP Untan, Gelar Program Gerakan 21 Hari Sikat Gigi


Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP)
Universitas Tanjungpura
Pontianak (Suara Kalbar) - Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tanjungpura (Untan) Periode 2019/2020 Gelar Program 21 Hari sikat Gigi, bertujuan agar anak-anak dapat terbiasa dalam melakukan sikat gigi, sehingga tercipta generasi yang sehat.

Hal tersebut di sampaikan oleh ketua kelompok KKM, Abdurrohim pada Rabu (15/1/2020) di SDN 14, Desa Bundung Laut Kecamatan Sungai Kunyit Kabupaten Mempawah.

Kegiatan ini melibatkan siswa-siswi kelas 1 SDN 14 sungai kunyit, yang dimulai dari tanggal 15 Januari hingga 4 Februari 2020.

Dalam kegiatan ini juga, dihadiri oleh Babinsa sungai Kunyit,  kepala Desa, serta sejumlah Dewan guru.
Ketua kelompok, Abdurrahim menyampaikan tentang tujuan diadakannya kegiatan ini adalah agar tercipta generasi yang sehat.

“Kami kelompok 10 KKM Fisip Untan, mengadakan kegiatan ini sebagai bentuk peduli dan merasa perlu untuk di adakan, agar anak-anak terbiasa sejak dini melakukan sikat gigi siang dan malam, sehingga tercipta generasi yang sehat,” ujarnya.

Rohim berharap kedepannya kegiatan ini dapat bersinergi dengan program pemerintah Kabupaten Mempawah khususnya dibidang kesehatan.

“Jika kegiatan ini bisa disinergikan dengan program pemeritah, kedepannya tidak perlu susah payah untuk melekasanakan kegiatan, serta para dokter gigipun lebih bisa maksimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” harap Mahasiswa Semester 7 Fisip Untan tersebut.

Kepala sekolah SDN 14, Samirin menyampaikan apresiasinya terhadap pihak penyelenggara kegiatan tersebut.

“Kegiatan seperti ini sangatlah baik dan bernilai positif, apalagi pesertanya adalah anak-anak di usia dini. Cocok sebagai pelajaran untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut,” papar Samiri.

Selain itu, pada kegiatan tersebut pihaknya menghadirkan Mutia sebagai pemateri yang berprofesi sebagai dokter gigi di Puskesmas Sungai Kunyit.
Mutia menyampaikan sebenarnya kegiatan seperti ini ditujukan untuk lebih mengenalkan secara dini kepada anak-anak.

“Dalam kegiatan ini lebih menekankan tentang bagaimana cara menjaga kesehatan gigi, mulut, dan juga mengajak orang tua untuk tetap menjaga kesehatan dan kebersihan mulut,” ungkapnya.

Kegiatan yang di mulai pada 15 Januari sampai 4 Februari ini, di harapkan tidak hanya sebatas seremonial saja, akan tetapi dapat berlanjut hingga kedepannya.

“Yang terpnting dari kegitan ini adalah tindak lanjut setiap harinya, sehingga menggosok gigi menjadi budaya dan tradisi bagi anak-anak di usia dini,” pungkasnya.

Penulis : Sholeh
Editor   : Dina Wardoyo

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini