|

Ingin Cepat Kaya, Pedagang Ikan Nyambi Jual Sabu

Barang Bukti Narkoba.
Jakarta (Suara Kalbar)-  MA (33) warga Kampung Legok Sari, Desa Keresek, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut Jawa Barat, pedagang ikan air tawar kini mendekam di sel Polres Garut, karena tertangkap menjual sabu, Sabtu 11 Januari 2020 lalu. Kepada petugas Satuan Reserse Narkoba Polres Garut, MA mengaku nekad menjual sabu agar cepat kaya.

Kasat Reserse Narkoba Polres Garut, AKP Cepi Hermawan, mengatakan bahwa pihaknya mendapat laporan dari masyarakat adanya orang yang menjual sabu. Setelah melakukan penyelidikan pihaknya mencurigai MA yang kesehariannya menjual ikan, ternyata juga menjual sabu.

"Anggota kami langsung melakukan penyelidikan lalu melakukan penangkapan, saat diperiksa dia (MA) nekad menjual sabu karena ingin cepat kaya," ujarnya, Selasa 14 Januari 2020.

Berdasarkan hasil pemeriksaan diketahui MA ternyata seorang residivis dalam kasus yang sama sebagai pengedar sabu. MA baru sekitar lima bulan menghirup udara segar. Saat dilakukan penangkapan, petugas mengamankan barang bukti berupa empat paket kecil narkotika diduga jenis sabu dibungkus plastik klip bening dengan berat 10,1 gram.

"Ada satu timbangan digital, alat hisap atau bong, satu buah cangklong kaca, satu pak plastik klip bening, dua buah gasolin dan satu buah telepon genggam," ungkap Cepi.

Cepi mengatakan, pihaknya menjerat tersangka MA dengan pasal 112 ayat 2 Junto pasal 114 ayat 2 Undang-Undang Republik Indonesia no 35 tahun 2009. Barang siapa yang tanpa hal melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, atau menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika golongan 1 dipidana penjara paling singkat 5 tahun paling lama 20 tahun atau denda paling ringan Rp1 miliar.

"Mungkin hukumannya bisa lebih berat, karena tersangka ini, merupakan residivis kasus yang sama," katanya.

Sumber : VIVAnews.com
Editor     : Diko Eno

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini