|

Pemkab Sekadau Gelar Asistensi Pelaksanaan Reformasi Birokrasi

Bupati Sekadau Rupinus saat buka Asistensi Pelaksanana Reformasi Birokras di lingkungan Pemkab Sekadau [SuaraKalbar/Humas]
Sekadau (Suara Kalbar)- Bupati Sekadau Rupinus didampingi Sekretaris Daerah Zakaria membuka secara resmi kegiatan Asistensi Pelaksanaan Reformasi Birokrasi dilingkungan Pemerintah Kabupaten Sekadau di ruang tapat Wakil Bupati Sekadau, Senin (2/12/2019).

Ketua panitia pelaksana Asisten Administrasi Umum Sapto Utomo mengatakan dengan ditetapkannya Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur  Negara  dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2019 tentang perubahan kedua atas Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 14 Tahun 2014 tentang pedoman evaluasi reformasi birokrasi perlu dilakukan Asistensi Pelaksanaan Reformasi Birokrasi di Sekadau.

"Berdasarkan hasil evaluasi atas penilaian mandiri pelaksanaan reformasi birokrasi (PMPRB) tahun 2018 oleh insfektorat kabupaten sekadau bahwa pelaksanaan reformasi birokrasi  kabupaten sekadau dapat dilihat hasil total 28,1 dengan indeks RB (total) 61,53 berdasarkan nilai tersebut pelaksanaan reformasi birokrasi dikabupaten sekadau perlu ditingkatkan,"ungkap Sapto.

Sementara Bupati Sekadau Rupinus menegaskan, pemerintah saat ini sedang keras melakukan reformasi birokrasi pada semua aspek manajemen penyelenggara pemerintahan dan upaya keras tersebut tentunya memerlukan dukungan semua pihak.

"Termasuk pemerintah kabupaten sekadau sebagai salah satu bagian dari unsur dalam sistem pemerintah yang ada.Reformasi birokrasi secara sederhana dapat diartikan sebagai upaya untuk melakukan perubahan terhadap birokrasi,"ungkap Rupinus.

Sehingga birokrasi secara terus-menerus akan menunjukan kinerja yang semakin baik. Reformasi birokrasi bermakna sebagai sebuah perubahan besar dalam paradigma dan tata kelola pemerintahan,"urainya.

Reformasi birokrasi merupakan tuntutan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi mengingat upaya pemerintah dalam meningkatkan kinerja aparatur agar efektif,efisien,transfaran dan akuntabel masih mendapat berbagai perbaikan,perubahan dan penataan birokrasi melalui Manajemen Perubahan,Penataan Peraturan Perundang-undangan,Penataan Organisasi,Penataan tatalaksana,Peningkatan Sumber daya Aparatur,Penguatan Pengawasan,Penguatan akuntabilitas,Peningkatan Pelayanan publik dan perubahan pola pikir serta budaya kerja.

"Nah, atas dasar tersebut maka pelaksanaan reformasi birokrasi diharapkan dapat mengurangi dan akhirnya menghilangkan setiap penyalahgunaan wewenang publik oleh pejabat pusat maupun daerah,menjadikan pemerintah yang memiliki birokrasi yang bersih,propesional dan lebih efektif dan efisien dalam pelaksanakan kebijakan/program pusat dan daerah,"tandasnya.

Penulis: Hms
Editor: Kundori
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini