|

Muda: Sekolah Sehat Bukan Hanya Formalitas


Bupati Kuburaya Muda Mahendra
Kubu Raya (Suara Kalbar) – SD Negeri 9 Sungai Raya menjadi wakil Kabupaten Kubu Raya pada Lomba Sekolah Sehat (LSS) Tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2019.

Senin (2/12/2019), Tim Penilai LSS menyambangi SDN 9 untuk melakukan penilaian. Ketua Tim Penilai LSS, Sumadyo, mengatakan Kubu Raya menjadi kabupaten ke-12 yang dinilai. Ia mengungkapkan secara umum telah banyak proses perbaikan yang dilakukan sekolah-sekolah peserta LSS. Termasuk di SD Negeri 9 Sungai Raya.
“Artinya telah ada peningkatan-peningkatan di setiap sekolah yang berkompetisi,” ujarnya.

Sumadyo menerangkan, penentuan pemenang dilakukan melalui komposisi penilaian. Di mana 60 persen bobot penilaian berada di sekolah. Kemudian 20 persen dari TP UKS kecamatan dan 20 persen TP UKS kabupaten.
“Artinya kalau sekolah ini sudah berbuat maksimal tapi tanpa didukung kerja sama yang solid dari TP UKS kecamatan dan kabupaten, maka sudah dipastikan nilainya tidak akan maksimal,” jelasnya.

Sumadyo mengungkapkan, dalam penentuan pemenang, tim juri juga menilai komitmen dari pemerintah daerah setempat. Apakah bisa atau tidak menindaklanjuti apa yang menjadi kekurangan sekolah. Sehingga ketika dinobatkan sebagai juara mewakili Kalimantan Barat, penilaian tersebut dapat dipertanggungjawaban kepada tim verifikasi pusat.
“Maka hari ini kita bersyukur Alhamdulillah bupatinya bisa hadir. Mudah-mudahan ini menjadi motivasi bersama bagi kabupaten, tim penilai, dan sekolah,” ucapnya.

Sumadyo menjelaskan penilaian sekolah sehat dilakukan tim lintas sektor. Yakni dari unsur Kantor Wilayah Kementerian Agama, Biro Kesra Kantor Gubernur, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan, dan Kelompok Kerja IV Tim Penggerak PKK Provinsi.
“Untuk pemenang akan dikelompokkan berdasarkan jenjang pendidikan. Mulai tingkat TK/RA hingga SMA/SMK/MA,” terangnya.

Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan menyebut sekolah sebagai potret suatu daerah dan potret kemajuan bangsa. Ia menilai lomba sekolah sehat sangat penting. Karena salah satu substansi kepemimpinan daerah berada di sekolah-sekolah dalam menyiapkan generasi. Pembangunan sumber daya manusia sesuai arahan Presiden Joko widodo, jelasnya, bahkan mendarat langsung ke sekolah-sekolah. Di mana perubahan berawal dari proses di ruang kelas.
“Kita melihat sehat ini bukan hanya soal fisik. Namun sehat dalam konteks menyeluruh,” ujarnya.

Muda menuturkan pihaknya terus mengajak semua pihak terkait untuk membangun komitmen bersama. Yakni bagaimana semua sekolah menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak dari berbagai hal negatif.
“Termasuk cara pikir dan untuk bagaimana bisa tumbuh dengan mindset sehat. Perspektifnya bisa terbangun. Jadi kita melihat secara luas. Tidak hanya hal-hal yang formalistik melainkan substansi,” tegasnya.

Yang terpenting, lanjutnya, SD Negeri 9 Sungai Raya sebagai wakil Kubu Raya di tingkat provinsi dapat menularkan perspektif sekolah sehat kepada sekolah-sekolah lainnya. Karena ukuran keberhasilan adalah seberapa besar kemampuan membuka ruang keberhasilan bagi pihak lainnya.
“Kalau hanya sendiri itu bukan sukses. Yang lebih penting adalah dampak kepada lingkungan, bukan hanya formalitas. Bagaimana dampak dari apa yang sudah dicapai saat ini bisa ditularkan kemana-mana,” terangnya.

Kepala Sekolah SD Negeri 9 Sungai Raya, Sri Priyantinah Listiyanti, mengapresiasi atensi penuh Pemerintah Kabupaten Kubu Raya terhadap sekolahnya. Pihak sekolah, menurutnya, mendapat banyak bantuan dari sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah dan organisasi  terkait dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat.
“Mengapa banyak dinas terkait? Karena pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah tapi juga tanggung jawab tri pusat pendidikan, yaitu pemerintah, masyarakat, dan lembaga-lembaga terkait termasuk sekolah itu sendiri,” jelasnya.

Listiyanti mengungkapkan, sekolah yang dipimpinnya mempunyai tiga program unggulan. Pertama pemanfaatan limbah dan barang bekas; kedua partisipasi penanggulangan stunting; ketiga pemanfaatan tanaman obat.
“Kami bekerja sama dengan paguyuban ibu-ibu dan dinas-dinas terkait termasuk puskesmas. Di sekolah kami menjalankan program UKS dengan memberdayakan guru pembimbing UKS serta siswa-siswi dari program dokter kecil dan beberapa duta anak,” paparnya.

Listiyanti berharap sekolahnya dapat meraih prestasi sebagai sekolah sehat tingkat Kalimantan Barat. Dengan begitu, akan melengkapi prestasi SDN 9 sebagai Sekolah Adiwiyata Kalimantan Barat 2019 yang telah terlebih dahulu diraih.
“Mudah-mudahan dengan adanya lomba sekolah sehat ini bisa bersinergi berbarengan dengan Adiwiyata. Sehingga sama-sama bisa mewakili provinsi ke tingkat nasional,” harapnya.

Penulis  : Tim Liputan
Editor    : Dina Wardoyo
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini