Jembatan Merah Dan Rumah Kopi Kelam Menjadi Tempat Wisata Pilihan di Sintang⁣

Editor : Redaksi II
 Efrosina saat berselfie di jembatan merah kelam sambil menikmati pemandangan.[suarakalbar/Beni]
Sintang (suarakalbar) – Jembatan Merah Kelam  dan Rumah Kopi kelam di Kabupaten Sintang menjadi objek wisata digandrungi remaja.  Sesuai dengan namanya, tempat ini memiliki keindahan tersendiri. Karna memiliki latar belakang bukit kelam. Yang termasuk dalam batu terbesar di dunia, yakni batu monolit. ⁣


Jembatan Merah Kelam dan Rumah Kopi Kelam terletak di Desa Kenukut, Kecamatan Kelam Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Untuk menuju ke tempat wisata ini memerlukan waktu sekitar kurang lebih 30 menit dari pusat kota Sintang jika memakai kendaraan.⁣

Jika menuju ke arah Putusibau,arah ke objek wisata ini tepat di simpang masuk ke Jembatan Merah Kelam ini belok ke kiri. Setelah itu, masuk kedalam akan menempuh jarak sekitar 200 meter, namun jangan khawatir saat memasuki wilayah ini terlihat  jalannya sudah mulai bagus. ⁣

Bahkan masuk ketempat wisata  ini  pun tidak dipungut biaya.⁣

"Jembatan Merah Kelam  dan Rumah Kopi Kelam ini sangat bagus. Tempatnya strategis untuk berfoto. Karna ada Bukit Kelam sebagai background foto. Selain indah dipandang dan menenangkan pikiran dan hati. Udara disini juga terasa sangat sejuk dan segar karna masih alami. Masih banyak pepohonan dan hutan di sekitar,” kata Efrosina yang juga Mahasiswi STKIP ini.⁣
 Efrosina saat berselfie di jembatan merah kelam sambil menikmati pemandangan.[suarakalbar/Beni]
Setiap harinya, Hampir ratusan pengunjung mengunjungi tempat wisata Jembatan Merah dan Rumah Kopi Kelam Ini. Yang paling ramai yakni pada minggu sore.⁣

"Terimakasih kepada pihak terkai yang sudah membuat tempat wisata ini, saya berharap   khususnya di Kabupaten Sintang ini tempat - tempat wisata akan terus dikembangkan dan diperhatikan. Di olah dan dirawat secara baik terutama dalam penataan dan akses jalan menuju tempat wisata. Apalagi di Kabupaten Sintang ini masih banyak tempat wisata yang belum terlalu diketahui orang banyak. Karna hambatan akses jalan menuju tempat tersebut,” pungkasnya.⁣


Penulis : Beni Krismono⁣
Editor: Diko Eno⁣
Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini