Dosen STKIP Pata Ngabang Jadi Pengajar Bahasa Indonesia di Harvard University⁣

Editor : Redaksi II
Mahasiswa Havard university yang belajar bahasa Indonesia.[Ist]
Suarakalbar.co.id - Dosen Pendidikan Bahasa Inggris di STKIP Pamane Talino Kunto Nurcahyoko sebagai pengajar bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) melalui program Fulbright-Badan Bahasa Foreign Language Teaching Assistant (FLTA) di Ash Center, Harvard Kennedy School yang ada di Harvard University. ⁣

Lulusan master dari The Ohio State University ini telah bekerja di STKIP Pamane Talino sejak September 2015. FLTA sendiri merupakan program mengajar Bahasa Indonesia di beberapa universitas Amerika Serkat selama satu tahun.⁣

Program ini dilaksanakan atas kerjasama Fulbright dan Badan Bahasa Kementrian dan Pendidikan RI. Selama dua semester, Kunto akan bekerja di di Harvard University dan mengambil beberapa mata kuliah sebagai bagian dari program FLTA.     ⁣

“Saya tidak menyangka jika saya akan terpilih menjadi salah satu penerima FLTA tahun 2019. Saya merasa proses seleksi program ini sangat ketat dan pendaftar lain juga memiliki kualifikasi luar biasa dalam bidang pengajaran bahasa,” ujarnya. Tahun ini, Fulbright-Badan Bahasa FLTA terdapat 14 instruktur BIPA yang ditempatkan di 13 Universitas di Amerika Serikat. Kunto merupakan satu-satunya FLTA Indonesia yang berbasis di Kalimantan. ⁣

Seleksi untuk program FLTA diselenggarakan setiap tahun oleh AMINEF (American Indonesian Exchange Foundation). Terdapat beberapa seleksi yang harus diikuti oleh kandidat sebelum dinyatakan sebagai penerima program, antara lain seleksi dokumen, wawancara, test UKBI (Ujian Kemahiran berbahasa Indonesia) dan TOEFL iBT dll. Selain itu, kandidat juga diwajibkan menulis beberapa essay seperti surat motivasi dan study objectives. ⁣

“Menjadi bagian dari FLTA merupakan sebuah kehormatan luar biasa karena saya dapat berbagi tentang cerita dan budaya yang ada di Kalimantan Barat, terutama di Kabupaten Landak kepada mahasiswa saya di Harvard.” ⁣ungkapnya.
Kunto Nurcahyoko Dosen STKIP Pata sebagai pengajar bahasa Indonesia di Havard Universiy.[Ist]
Kelas BIPA di Harvard tidak hanya diharapkan mampu membantu mahasiswa untuk mempelajari struktur kebahasaan, tetapi juga tentang budaya yang ada di Indonesia. ⁣

Di Harvard, Kelas Bahasa Indonesia dilaksanakan seminggu sekali untuk masing-masing level: pemula dan menengah. Selain pertemuan di kelas, kunto juga membuka sesi tutorial dimana mahasiswa dapat bertemu instruktur di luar jam perkuliahan untuk bertanya mengenai materi perkuliahan. Sistem pembelajaran kelas Bahasa Indonesia menekankan penggunaan Bahasa Indonesia untuk tujuan percakapan.⁣

Kunto menyatakan bahwa  sistem dan budaya yang dia temukan di Amerika cukup berbeda dengan di Kabupaten Landak, terutama budaya dalam perkuliahan. Mahasiswa di Harvard sangat aktif dan kritis dalam aktivitas pembelajaran. Mereka tidak segan untuk bertanya dalam kelas. ⁣

“Pengalaman yang saya dapatkan di STKIP Pamane Talino sangat membantu saya untuk manajemen kelas. berusaha semaksimal mungkin untuk menyiapkan materi dan kegiatan perkuliahan.” ⁣katanya.

Dia juga menceitakan tentang keindahan alam dan budaya Indonesia, terutama di Kalimantan barat. Banyak mahasiswa yang tertarik mengenai penagalaman saya mengajar di daerah dan budaya seperti Naik Dango dan lain lain.

Kunto berharap agar masyarakat di Indonesia dan Kalimantan barat dapat juga mendapatkan kesempatan seperti ini. Program akademik dan budaya anatr negara seperti FLTA akan menjadi ajang pertukaran pengalaman dan pengetahuan yang sangat positif. Dia juga mengharapkan agar kita tidak mudah merasa rendah diri meskipun berada di daerah. Kita hanya perlu berusaha lebih keras untuk meraih mimpi yang kita punya. ⁣

Penulis : ⁣Mahardika
Editor : Redaksi
Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini