[Cek Fakta] Telpon dari Nomor Luar Negeri dapat Menyalin Kontak, Mengakses SIM Card, dan Menjebol Data Bank, ini Faktanya

Suarakalbar.co.id– Beredar pesan berantai yang berisikan imbauan
mengenai missed call dari nomor luar negeri. Dalam pesan tersebut dikatakan
bahwa missed call dari nomor luar negeri itu merupakan upaya penjahat untuk
mencuri data ponsel dengan cara menerima atau menelepon kembali nomor tersebut.
Berikut kutipan narasinya:
Himbauan:
Penting dan Mendesak …
Tolong sampaikan pesan ini kepada keluarga dan teman-teman Anda.
Akhir-akhir ini banyak yang menerima panggilan telefon dari
tel: +375602605281,
tel: +37127913091
tel: +37178565072
tel: +56322553736
tel: +37052529259
tel: +255901130460
tel: +211. . . . . . . . .
tel: +882 . . . . . . . .
Atau nomor apa pun mulai dari +371 +375 +381 +211 +882
Panggilan ini hanya berdering sekali dan menutup telepon.
Jika Anda menelepon balik, mereka dapat menyalin daftar kontak Anda dalam 3
detik dan jika Anda memiliki bank atau rincian kartu kredit di ponsel Anda,
mereka dapat menyalinnya juga…
Kode +375 untuk Belarus.
Kode +371 untuk Lativa.
Kode +381- Serbia
Kode +563- Valparaiso
Kode +370- Vilnius
Kode +255- Tanzania
Kode +211- Sudan
Kode +882- Bisa dari banyak Negara
Langkah2:
jangan menjawab, Jangan diangkat, apalagi menelfon balik.. jangan
sekali-kali..!!!
Segera masukkan dalam Daftar Autoreject supaya nomor yang sama tidak bisa masuk
atau blokir
Juga, Jangan Tekan
# 90 atau # 09
di Ponsel Anda ketika diminta oleh penelepon apa pun.
Ini adalah trik baru yang digunakan untuk mengakses kartu SIM Anda, menjebol
Akun Bank anda (bagi yang menggunakan E-banking) membuat panggilan atas biaya
Anda dan merekayasa sehingga anda terlihat dan tercatat sebagai penjahat,
sasaran Interpol
Segera teruskan pesan ini ke sebanyak mungkin teman, Grup WA, dan sarana Medsos
anda untuk menghentikan gangguan apa pun.
Faktanya
Berdasarkan hasil penelusuran, bahwa konten informasi di
dalamnya merupakan hoaks lama bersemi kembali (HLBK). Fakta sebenarnya ialah
nomor telepon yang melakukan missed call tersebut tidak menyedot data pribadi ataupun
data bank, melainkan mendaftarkan nomor ponsel ke sebuah layanan premium.
Layanan premium tersebut menyebabkan pulsa akan tersedot terus.
Isu tersebut sudah diperiksa faktanya oleh Snopes.com (portal pemeriksa fakta
dari Amerika Serikat) pada tahun 2012 dan Hoax-slayer.net (portal pemeriksa
fakta dari Australia) pada tahun 2017. MAFINDO sendiri sudah pernah memeriksa
fakta isu tersebut pada tahun 2017 yang dapat dilihat di turnbackhoax.id (link
bisa diakses pada bagian referensi).
Kesimpulan
Berdasarkan hal tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa isu dari pesan
berantai tersebut masuk ke dalam kategori Misleading Content atau Konten yang
Menyesatkan. Sebab, bila menelepon nomor tersebut bukan data pribadi yang
tersedot, melainkan nomor ponsel akan terdaftar pada layanan premium yang tidak
jelas.





