Bupati Buka MTQ Sanggau di Kecamatan Bonti
![]() |
| Bupati serahkan piala bergilir kepada ketua panitia |
Sanggau (Suara Kalbar) – Dengan ditandai pemukulan bedug oleh Bupati Sanggau Paolus Hadi, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXVIII Tingkat Kabupaten Sanggau Tahun 2019 dengan tema “Melalui MTQ XXVIII Tingkat Kabupaten Sanggau Tahun 2019 Wujudkan masyarakat yang agamis, Harmonis, Sejahtera menuju generasi Qur’ani yang berakhlak mulia dan berprestasi untuk Kabupaten Sanggau bermartabat”, yang berlangsung di lapangan bertuah Kecamatan Bonti resmi dibuka pada Minggu (15/12/219) malam.
Bupati Sanggau, Paolus Hadi dalam sambutannya menyampaikan bahwa MTQ kali ini sudah yang XXVIII dilaksanakan, pihaknya akan terus mendorong supaya pengembangan iman dan ketaqwaan (umat) masyarakat Kabupaten Sanggau semakin lebih baik, tentu MTQ ini salah satu sarana yang sudah rutin dilakukan dari tahun ketahun dalam dua tahun sekali untuk tingkat kabupaten.
“Puji syukur hari ini kita bisa melaksanakan MTQ di Kecamatan Bonti, meskipun dengan kondisi jalan yang masih becek, akan tetapi saya lihat semangat dari para kafilahnya dengan melalui MTQ ini sebagaimana temanya,” kata paolus.
Dengan MTQ ini ia berharap ciptakan masyarakat yang agamis, masyarakat yang tidak pernah lupa dengan Allah SWT, adapun sejahtera harapan semua dengan doa dan apa yang dilakukan, sehingga masyarakat bisa lebih baik, tentu generasi qur’ani ini yang menjadi andalan kedepan yang bisa menjadi contoh untuk membangun kabupaten yang dicintai ini.
“Juara bukan segala-galanya, tetapi berprestasi adalah sesuatu yang bermartabat,” katanya.
Ia berharap kepada para kafilah untuk mempersiapkan diri, yang nantinya menjadi juara akan mewakili Kabupaten Sanggau pada MTQ Tingkat Provinsi Kalbar yang akan dilaksanakan pada tahun depan di Kabupaten Sekadau.
“Ayo berprestasi dan tunjukkan, tadi juga kita sudah bersama-sama mendengarkan lantunan bacaan Al-Quran yang dibacakan oleh salah satu senior yang sudah berkali-kali mengikuti MTQ hingga Tingkat Nasional,” harapnya.
Bupati, Paolus Hadi kembali mengatakan bahwa ia datang di Bonti ini untuk memeriahkan dan panitia pasti sudah berkerja keras, semoga semua dilayani dengan baik dan ini adalah tempat yang dikenal dengan tempatnya rebung yang paling enak.
“Melalui MTQ kita wujudkan dan kita amalkan dalam kehidupan kita sehari-hari, pertama merupakan penuntun, pedoman dan arah bagi umat manusia untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Al-Quran harus menjadi nafas serta pegangan hidup yang haqiqi, maka harus diserapi dan diamalkan dalam kehidupan kepribadian Umat Muslim, sehingga diharapkan sebagai sumber ilmu, cahaya moral, benteng tegaknya nilai-nilai islam yang berkeseimbangan dan islam yang toleran serta meningkatkan syiar kehidupan beragama mewujudkan generasi yang agamis dan penuh tanggungjawab dan memperkokoh ketahanan umat muslim dalam menghadapi era globalisasi,” tuturnya.
Ketua Umum LPTQ Kabupaten Sanggau, Roni Fauzan menyampaikan sesuai dengan tema yang diangkat melalui kegiatan MTQ ini diharapkan nilai-nilai yang ada didalam Al-Qur’an dapat di implementasikan oleh Umat Muslim sebagai pondasi dasar berperilaku, bekerja, bersilahturrahmi dan bersinergi dalam keberagaman untuk bersama-sama membangun Sanggau yang maju dan terdepan.
“Terimakasih kepada panitia pelaksana MTQ XXVIII di Kecamatan Bonti ini yang di Ketuai oleh Camat Bonti beserta LPTQ Kecamatan dan Kepala KUA Kecamatan Bonti beserta seluruh anggota panitia atas kerja kerasnya sehingga kegiatan MTQ tersebut sejak mulai penerimaan hingga pembukaan dapat berjalan dengan baik dan lancar,”ucap Roni.
Sementara itu Camat Bonti, Dominikus Heri yang juga Ketua Panitia Pelaksana MTQ XXVIII mengucapkan selamat datang di Bumi Pucuk Rebung Bonti dalam rangka menyemarakkan pembukaan MTQ XXVIII Tingkat Kabupaten Sanggau Tahun 2019.
“Dalam rangka mewujudkan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Sanggau yang tertuang dalam seven brand images yaitu berbudaya dan beriman dalam menuju Sanggau yang maju dan terdepan. Tentunya hal tersebut dapat diwujudkan melalui MTQ ini hubungan silahturrahmi sesama umat beragama dan antar umat beragama harus terus terjalin dan tetap dipertahankan,” tutup Heri.
Penulis : Darmansyah
Editor : Dina Wardoyo






