Bantuan Sosial PKH, Sekda KKU: Membuka Jalan keluar dari Kemiskinan
![]() |
| Sekretaris Daerah Kayong Utara Hilaria Yusnani. |
Kayong Utara (Suara Kalbar) – Perlindungan sosial termasuk PKH semestinya diarahkan tidak semata untuk melindungi warga dari gejolak pertumbuhan ekonomi tetapi juga sebagai alat untuk memacu pertumbuhan ekonomi yang inklusif dalam rangka mencapai kesejahteraan masyarakat.
Hal ini diungkapkan Sekretaris Daerah Kayong Utara Hilaria Yusnani ketika membuka kegiatan Rapat Koordinasi dan Evaluasi Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Kayong Utara di Istana Rakyat (Pendopo Bupati), Senin (9/12).
Selain itu, Sekda Kayong Utara menginginkan agar data kemiskinan selalu diupdate secara periodik.
“Mengingat kemiskinan bersifat dinamis, saya menginginkan agar data-data kemiskinan harus diupdate secara periodik hal ini guna untuk menghindari atau mereduksi adanya inclussion error ataupun exclussion error dalam penyaluran bantuan sosial,” ungkapnya.
Kemudian Hilaria menjelaskan bahwa bantuan sosial harus menciptakan hubungan positif antara keamanan mata pencaharian dan peningkatan otonomi atau pemberdayaan bagi warga miskin secara menyeluruh, sehingga tujuan dari PKH tersebut bisa tercapai meskipun nilai bantuannya belum memadai untuk memenuhi kebutuhan dasar sepenuhnya.
Sekda juga berharap bantuan PKH dapat membuka jalan bagi masyarakat miskin di Kayong Utara untuk dapat keluar dari kemiskinan.
“Saya berharap dengan adanya bantuan sosial PKH ini dapat membuka jalan bagi warga miskin untuk berinvestasi dan mengakumulasi lorong-lorong strategis supaya keluar dari kemiskinan dengan meningkatkan taraf pendidikan, kesehatan dan ekonomi,” Tutupnya.
Rakor ini diselenggarakan oleh Bidang Sosial pada Dinas SP3APMD Kabupaten Kayong Utara dan turut dihadiri koordinator regional Kementerian Sosial Republik Indonesia Sarah Oktavia sekaligus sebagai narasumber, Pabung Kodim Ketapang, Polres Kayong Utara, beberapa Kepala OPD, Kepala Kemenag Kayong Utara serta diikuti seluh Kepala Desa dan BPD Se Kabupaten Kayong Utara.
Penulis: Tim Liputan/ Wiwin
Editor: Diko Eno






