|

Warga SP 3 Sekadau Peringati Maulid Nabi, Teladani Rasulullah

Suasana peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SP 3 Desa Padak Kecamatan Belitang [SuaraKalbar/Tambong]
Sekadau (Suara Kalbar) - Warga SP 3 Dusun Kebaong Desa Padak Kecamatan Belitang Kabupaten Sekadau, mengadakan kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di masjid Hidayatullah, Jumat (8/11) mulai pukul 19.30 WIB malam.

Acara ini berlangsung sederhana namun meriah yang dihadiri oleh para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta jamaah masjid Hidayatullah dan sekitarnya yang berjumlah kurang lebih 200 orang.

Ustadz Mutohar selaku pendidik di Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) Al - Hidayah Desa Padak Kecamatan Belitang mengajak kaum muslimin untuk ikut meramaikan acara tersebut.

"Kegiatan peringatan Maulid Nabi selalu kita laksanakan setiap tahunnya, dan tahun ini mari kita ramaikan kembali dengan harapan mendapat safaat dari Kanjeng Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wassalam," ucapnya saat memberi kata sambutan diacara tersebut.

Pada acara inti, pengisi acara adalah Ketua Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor (MDS-RA) Kabupaten Sekadau, Ustadz Bagus Fitrianto, S.Pd.

Dalam Mauidzoh Hasanahnya ia mengajak kaum muslimin untuk meneladani Rasulullah SAW sesuai kadar kemampuan masing - masing. Sebab, kelahiran Nabi Muhammad SAW merupakan anugerah bagi manusia dan seluruh alam semesta. Rasulullah diturunkan ke muka bumi untuk menjadi makhluk terbaik sekaligus teladan bagi kita semua.

"Meneladani manusia yang telah ditakdirkan Allah SWT sebagai makhluk terbaik di alam semesta tentu tak mudah. Maka dari itu saya mengajak kita semua kaum muslimin untuk meneladani Rasulullah sesuai dengan kemampuan masing-masing," ucapnya di sela-sela Mauidzoh Hasanah.

Ustadz Bagus juga menyampaikan dalam meneladani sifat-sifat Rasulullah SAW agar umat Islam tak membatasinya untuk kelompok sendiri. Oleh karena itu, umat Islam tidak boleh berpikir secara inklusif, apalagi mendiskriminasikan orang lain karena perbedaan tertentu.

"Sebagai sebuah Negara yang besar, kita ditakdirkan bersuku-suku, berbangsa-bangsa, dan memiliki keyakinan agama berbeda-beda. Maka dari itu janganlah kita saling membeda-bedakan apalagi sampai bercerai - berai," sampainya.

Selain itu, disampaikan pula untuk mengikuti apa yang telah dilaksanakan oleh para sahabat Nabi dan yang diajarkan oleh para ulama terdahulu ketika mengajarkan Islam di bumi Nusantara.

Kegiatan ini melibatkan Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KBNU) Kecamatan Belitang (Muslimat NU, Ansor, Banser, MDS-RA, Fatayat NU, IPNU-IPPNU) serta masyarakat muslim Desa Padak dan sekitarnya.

Penulis: Tambong Sudiyono
Editor: Kundori
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini