|

Tutup Akses Jalan Kebun PT AAK, Masyarakat Melawi sampaikan Tiga Tuntutan

Warga menuntut PT Adau Agro Kalbar
Melawi (Suara Kalbar)- Hingga saat ini akses jalan kebun milik PT Adau Agro Kalbar (AAK) masih ditutup oleh perwakilan warga di tiga kecamatan yakni Sokan, Tanah Pinoh dan Tanah Pinoh Barat,  Kabupaten Melawi.

Penutupan akses jalan kebun sudah dilakukan warga sejak Sabtu (2/11).

Koordinator aksi, Bambang Irawan kepada SuaraKalbar.co.id mengungungkapkan bahwa aksi pemagaran akses jalan PT Adau Agro Kalbar dan PT Adau Hijau Lestari (AHL) yang dilakukan warga, adalah bentuk dari kekecewaan. Dimana hingga saat ini janji janji pihak perusahaan kepada warga pemilik lahan belum juga direalisasikan.

"Sebelum menggelar aksi pemagaran jalan pihak perusahaan, tentu secara aturan kami juga sudah menyampaikan pemberitahuan kepada pihak kepolisian," kata Bambang.

Ia menyayangkan sampai saat ini belum ada kejelasan pembagian kebun plasma dari pihak perusahaan kepada para warga pemilik lahan.

"Maka dari itu, kami para pemilik lahan ada menyampaikan tiga tuntutan kepada pihak perusahaan PT AAK dan PT AHL," beber Bambang.

Ketiga tuntutan tersebut yakni selama pihak perusahaan belum bisa memutuskan dengan pasti pembagian hasil plasma , sebagaimana yang telah dijanjikan  pihak perusahaan kepada pemilik lahan. Maka masyarakat pemilik lahan meminta pihak perusahaan membayar Rp 100 ribu per hektar setiap bulannya .

"Terhitung 1 Januari 2019 sampai 31 Desember 2019. Dengan cara  dibayar sekaligus selambat lambatnya bulan januari 2020," bebernya.

Tuntutan kedua , agar pihak perusahaan mengevaluasi kepengurusan koperasi Mandiri Aman Sejahtera (MAS).

"Tuntutan kita yang terakhir adalah meminta pihak perusahaan agar dapat memfasilitasi pengukuran tapal batas antara kecamatan sokan, Tanah Pinoh dan Tanah Pinoh Barat," jelasnya.

Wartawan SuaraKalbar.co.id, mencoba mengkonfirmasi persoalan tersebut kepada salah satu petinggi pihak perusahaan PT AAK di Melawi, namun sayangnya belum dapat terhubung melalui sambungan telepon.

Penulis : Dea Kusumah Wardhana
Editor: Kundori
Surat Tuntutan Warga


Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini