|

Tujuh Peneliti Kalbar Siap Lakukan Pemaparan dengan Kaidah Ilmiah


Seminar Akhir Penelitian Tim Pengendali Mutu Penelitian Tahun 2019
Pontianak (Suara Kalbar) - Mengacu pada prinsip-prinsip pelaksanaan Kelitbangan Pemerintah Daerah, setiap kegiatan penelitian diarahkan pada penerapan kaidah-kaidah ilmiah secara umum dengan memegang teguh etika penelitian dan kode etik penelitian dalam rangka menjamin integritas hasil kelitbangan, profesi dan kelembagaan.
Badan Penelitian dan Pembangunan Kalimantan Barat menggelar Seminar Akhir Penelitian Tim Pengendali Mutu Penelitian Tahun 2019.

"Tujuan dari penyelenggaraan kegiatan Seminar Akhir Penelitian yang dilaksanakan pada hari ini dan besok adalah dalam rangka mempersiapkan rumusan/rekomendasi (hasil akhir penelitian) secara maksimal dan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari agenda Tim Pengendali Mutu serta tahapan yang harus dilalui (merupakan proses) dalam setiap kegiatan penelitian," ungkap Kaban Balitbang Kalbar kepada suarakalbar, Rabu (27/11/2019).

Menurutnya pada Tanggal 9 September 2019 yang lalu telah dilaksanakan kegiatan Laporan Kemajuan Penelitian, dimana dalam kegiatan tersebut masing-masing Tim Peneliti telah memaparkan sejauhmana kegiatan penelitian yang telah dilakukan dan dalam forum tersebut juga banyak masukan yang disampaikan oleh para narasumber dan Tim Pengendali Mutu terkait dengan tema/judul penelitian yang dilaksanakan.
"Tentu masukan, saran dan pandangan yang disampaikan oleh para pihak tersebut sangat penting dan bermanfaat bagi para peneliti dalam penyelesaian penelitiannya, sehingga dapat dijadikan acuan dalam rangka penyempurnaan dan merumuskan naskah laporan penelitian," jelasnya.

Berkaitan dengan hal tersebut, tentu kegiatan Seminar Akhir Penelitian ini memiliki peran penting dan strategis, karena bukan hanya merupakan rangkaian atau tahapan dari penelitian, namun kegiatan ini merupakan forum penting dalam penyiapan rumusan/analisis akhir laporan penelitian,  khususnya dari aspek kelayakan dan kesesuaian rekomendasi/hasil penelitian yang dilakukan.

"Perlu kami sampaikan bahwa dengan  Kita tentu sepakat bahwa prinsip dasar tersebut harus menjadi acuan dan dipedomani oleh setiap peneliti," tegasnya.

Sebagaimana dimaklumi bahwa 7 (tujuh) hasil penelitian yang dipresentasikan pada hari ini dan besok, dimana Tim Peneliti telah melaksanakan kegiatan pengumpulan data lapangan sejak Tanggal 19 Juni 2019 yang lalu ke Kabupaten/Kota yang menjadi sampel atau lokus penelitian.

Tentu dari data yang dikumpulkan merupakan bahan analisis. Namun data yang disajikan masih bersifat sementara. Tahapan berikutnya juga telah dilalui dengan dilaksanakan kegiatan Laporan Kemajuan Penelitian. Dalam forum yang dilaksanakan pada hari ini dan besok, pada prinsipnya Tim Peneliti masih memberikan ruang diskusi dalam bentuk saran, tanggapan yang bersifat kontruktif agar naskah laporan akhir (final) penelitian menjadi berkualitas, dapat dipertanggung jawabkan dan yang lebih penting lagi dapat ditindaklanjuti oleh OPD terkait.
"Tidak berlebihan kiranya kami sampaikan bahwa apa yang kami lakukan ini merupakan tekad dan komitmen dan bukan hanya sekedar memenuhi harapan dari pimpinan, tetapi lebih dari itu, kami ingin menghasilkan karya terbaik yang akan dipersembahkan kepada masyarakat Kalimantan Barat," paparnya.

Seminar tersebut menampilkan 7 (tujuh) Tim Peneliti, dengan masing–masing judul 1. Analisis  Dampak Program Pembangunan Pertanian Kawasan Perbatasan di  Kabupaten Sanggau dan Kabupaten Sambas, oleh Dwi Septiyarini, S.Si (Koordinator Peneliti), Dr. Novira Kusrini, SP. M.Si (Anggota Peneliti) danOke Anandika Lestari, STP, M.Si (Anggota Peneliti).
2. Peluang  Pengembangan Sentra UMKM Pengolahan Hasil Perikanan Tangkap di Kalimantan Barat, oleh Pramushinta Arum Pynanjung, S.Si (Koordinator Peneliti), Dr. M. Irfani Hendri, SE, M.Si (Anggota Peneliti) dan Eva Mayasari, S.Pi, M.Sc (Anggota Peneliti);
3. Evaluasi Program Upaya Khusus Sapi Induk Wajib Bunting (UPSUS SIWAB) Tahun 2017 di Provinsi Kalimantan Barat, oleh Achmad Nashar Setyabudi, SP. (Koordinator Peneliti), Dr. Ir. A. Tohardi, MM  (Anggota Peneliti) dan Dr. Arifin, S.Sos, M.AB (Anggota Peneliti);
4. Analisis Kondisi dan Potensi Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kalimantan Barat, oleh Edy Agustinus, S.Sos. (Koordinator Peneliti), Ir. Rusli Burhansyah, M.Si (Anggota Peneliti) dan Shenny Oktoriana, SP, M.Sc (Anggota Peneliti);
5. Strategi Menuju Desa Mandiri di Kalimantan Barat, oleh Junaidi, S.Sos. (Koordinator Peneliti), Edy Agustinus, S.Sos. (Anggota Peneliti) dan Giska Hediyanti, S.Si (Anggota Peneliti);
6. Epidemiologi Pemberantasan Rabies di Kalimantan Barat, oleh Resky Nanda Pranaka, SKM (Koordinator Peneliti), drh. Huibert Hendrian Umboh (Anggota Peneliti) dan Dr. Malik Saepudin, SKM, M.Kes (Anggota Peneliti);
7. Potensi Pengembangan Budidaya Air Payau, oleh Reny Rianti, S.Si (Koordinator Peneliti), Yeni Hurriyani, S.Pi, M.Si (Anggota Peneliti) dan Resky Nanda Pranaka, SKM (Anggota Peneliti).

Penulis  : Dina Wardoyo
Editor    : Kundori
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini